>> nida, medan
Ketua KNPI Sumut H Ahmad Yasir Ridho Lubis mengingatkan kaum muda untuk tidak terjebak politik caci maki, apalagi terjebak provokasi untuk ikut unjukrasa mendiskreditkan tokoh atau pejabat tertentu.
Penegasan itu dikemukakan Yasir Ridho menjawab wartawan di Medan , Sabtu (27/2) menanggapi munculnya fenomena memaki, memfitnah dan menghina seseorang dalam aksi unjukra di Medan akhir-akhir ini.
Menurut dia, unjukrasa bukan sarana yang sah untuk mendiskreditkan pihak lain, apalagi menghujat dan memperlakukan seseorang dengan perlakuan sangat hina. Sebaliknya unjukrasa adalah salah satu cara mengungkapkan perasaan, menyampaikan protes dan tuntutan agar diketahui orang lain.
"Dalam negara demokrasi, unjukrasa adalah sah-sah saja. Namun harus dilakukan dengan santun dan tertib, bukan dengan anarkis dan caci maki", katanya.
Yasir Riho berpendapat, unjukrasa tetap penting dan efektif dilakukan dalam menyampaikan aspirasi terutama jika saluran aspirasi masyarakat sudah tersumbat. Namun jika unjukrasa dijadikan sebagai sarana memaki, menghina dan mendiskreditkan pihak lain, tentu sudah lari dari hakikat unjukrasa itu sendiri.
Terkait unjukrasa sekelompok massa di DPRDSU baru-baru ini yang mencaci maki dan memfitnah pribadi Syamsul Arifin SE sebagai koruptor, Yasir Ridho juga merasa prihatin. Kepada siapapun seharusnya semua pihak saling menghormati, apalagi kepada Syamsul Arifin yang tokoh dihormati.
Menurut Yasir, terlepas ada pihak yang tidak suka kepadanya, Syamsul Arifin adalah gubernur yang dipilih langsung oleh rakyat dalam Pilgubsu demokratis. Maka memaki dan menfitnahnya, apalagi memperlakukannya tidak sopan lewat unjukrasa tentulah tidak baik.
Karenanya, Yasir Ridho menghimbau kaum muda untuk tidak terjebak intrik -intrik kelompok tertentu, yang mendiskreditkan Syamsul Arifin seperti tuduhan korupsi dan fitnah keji lainnya. Sebab jika menyangkut ranah hukum, ada instansi hukum seperti KPK yang menanganinya.
"Sebagai gubernur pilihan rakyat, pendukung Syamsul Arifin juga tentu tidak rela jika gubernurnya dicaci maki atau dihina. Maka agar konplik baru tidak muncul, sebaiknya masing-masing pihak menahan diri dan jangan memaksakan kehendak", katanya.
Adalah hak semua orang untuk menyampaikan aspirasinya dan tidak boleh dilarang orang berunjukrsa. Namun janganlah menggunakan kekuatan massa untuk memaksakan kehendak.
Yasir Ridho juga mengaharapkan pemuda tetap berperan menjaga iklim kondusif di Sumut, khususnya menjelang Pilkada. Kondusifitas masyarakat Sumut dibawah kepemimpinan Gubsu Syamsul Arifin, hendaknya terus dipelihara dengan baik. Jangan karena perbedaaan pilihan di Pilkada, pemuda menjadi terpecah. ***