>> kodir, padangsidimpuan
Putra asli daerah sudah barang tentu lebih memahami kondisi, karakter dan kebutuhan masyarakatnya (Tapanuli Selatan) dari pada orang luar.
Demikian HM Ritonga, politisi senior Tapsel mengutarakan buah pikirnya itu dalam konfrensi pers di gedung serbaguna Yayasan H.Hasan Pinayungan Jalan MT.Haryono Kampung Marancar Kota Padangsidimpuan, Sabtu (6/3) di hadapan sejumlah tokoh masyarakat, politisi, wartawan dan pimpinan Parpol.
Oleh karenanya, menurut dia, sosok calon pemimpin yang pantas didukung pada Pemilukada Tapsel jelas putra daerah.
Sosok putra daerah saat ini turut bertarung pada Pemilukada, 12 Mei 2010 mendatang singgungnya salah satunya adalah pasangan SARASI (Syahrul-Rapolo).
"Duet SARASI yang menggambarkan putra Angkola (Syahrul Pasaribu) dan Sipirok (Aldinz Rapolo Siregar), dinilai merupakan refresentasi masyarakat yang mendiami Tapsel pasca pemekaran Padanglawas Utara (Paluta) Padanglawas (Palas)." sebutnya.
Lebih lanjut dia katakan, 'sudah saatnya putra daerah memimpin Tapsel.' Dia mengatakan, kitalah yang harus mengatur daerah kita. Bukan malah orang luar daerah. Menurutnya (Tapsel-red) selama ini dipimpin orang luar daerah, dan belum berbuah maksimal.
Mantan pejabat Tapsel dan anggota DPRD Kota Padangsidimpuan tersebut menjelaskan figur Syahrul, putra asli Marancar dan Rapolo putra Sipirok adalah konfigurasi politisi dan birokrat. Keduanya akan mampu menghantarkan Tapsel ke arah perubahan yang lebih baik.
"Jadi tidak ada alasan untuk tidak memilih SARASI jika, masih menginginkan perubahan Tapsel ke arah yang lebih baik, " imbau Fungsionaris DPD Golkar Tapsel dan Kota P.Sidimpuan tersebut.
Dalam kesempatan ini Ritonga mengajak masyarakat Tapsel, agar lebih berpikir realistis dan obyektif dalam menjatuhkan pilihan dalam Pemilukada sekaligus menghindari pilih kucing dalam karung sehingga agar tidak merana selam lima tahun.
"Ingat jangan salah memilih, maka kita akan merasakan efeknya selama 5 tahun kedepan. Selama itu pula penyesalan akan selalu muncul, " terangnya.
Selain itu Ritonga meminta masyarakat untuk lebih selektif menilai mana pasangan calon yang benar-benar tulus akan mengabdikan diri pada kemajuan daerah dan mana yang hanya mengejar jabatan dan kehormatan.
Dia menyinggung, menjelang hari H Pemilukada permainan uang tidak tidak dapat dielakkan. "Tetapi harus diingat uang bukanlah segala-galanya dalam menentukan pilihan dan lebih penting jangan bohongi hati nurani," ujarnya.
"Ibarat beras dan jagung, bila ditaburkan di halaman rumah maka akan banyak ayam, bahkan itik, burung yang tidak diundang akan datang mengerumuninya. Sebaliknya, ingat hanya ayam yang punya kandanglah yang akan pulang ke kandangya. Masyarakat Tapsel sudah pintar, jadi politik uang itu tidak semata-mata menjamin bakal dipilih, " sebutnya.
Ritonga juga menyinggung, angka 4 hasil undian nomor urut di KPU yang dikantongi SARASI merupakan berkah dan bentuk ridho dari Allah SWT untuk memimpin Tapsel kedepan. Dia menggambarkan dari Sifat Rasulullah saw ada 4 yakni STAF ( Siddiq, Tabligh, Amanah, dan Fatonah).
Iran Ritonga menaruh harapan pada SARASI jika terpilih menjadi bupati/wakil bupati lima tahun ke-depan, agar tetap serasi dan tetap mengamalkan sifat-sifat pemimpin yang telah di gambarkan Nabi Muhammad SAW.
"Ingat, tetaplah bersifat sidiq, tabligh, amanah, serta fatonah dalam memimpin Tapsel bila terpilih. Karena, tanpa empat sifat itu mustahil ketertinggalan pembangunan Tapsel dari daerah lain dapat dikejar, "terangnya. ***