Simpati Terus Mengalir

Amir Mirza : Usut Tuntas & Tangkap Tersangkanya

Simpati Terus Mengalir
AMIR.jpg

>> ocu, medan
           Kasus premanisme terhadap wartawan terus mendapatkan simpati dari kalangan jurnalis, parlemen dan organisasi kepemudaan di Kota Medan . Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara, Brilian Moktar, Senin (8/3) ketika menjenguk korban mengatakan, bahwa dirinya yakin kalau tersangka bukan anggota OKP.
Tidak ada lagi OKP yang bersikap anarkis. Selain Brilian Moktar, seorang calon Wakil Walikota Medan, Amir Mirza Hutagalung juga menyampaikan rasa prihatin. "Saya memberikan atensi khusus dalam kasus ini," kata Amir seusai menjenguk korban di Rumah Sakit Permata Bunda, Senin (8/3).
"Saya berharap aparat Kepolisian, khususnya Poltabes Medan dan Polsekta Medan Kota dapat mengusut tuntas kasus penganiayaan ini dan menangkap tersangkanya," ujar Amir Mirza Hutagalung.
Disisi lain, Amir Mirza Hutagalung mengemukakan Aparat Kepolisian Sektor Medan Kota bersama Poltabes Medan akan mampu mengetahui keberadaan dan menangkap tersangka Hendra Tobing alias Hendra Kibo dan seorang rekannya, atas kasus penganiayaan terhadap korban Dede Mohan Basri Hasibuan alias Abay yang berprofesi sebagai wartawan.
Sedangkan Wakil Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Sumatera Utara, Didin Mahidin mengecam keras tindakan yang dilakukan oknum yang menyebut dirinya dari salah satu OKP di Medan. Apalagi tindakan anarkis itu dilakukan kepada wartawan.
"Kita selaku warga IPK mengecam keras tindakan anarkis tersebut," tegas Didin, yang didampingi Humas DPD Donald Sipahutar. IPK yang merupakan mitra kerja dengan wartawan, siap membantu setiap permasalahan yang menimpa wartawan," ujarnya.
Ketika disinggung kalau oknum tersebut berasal dari IPK, Didin secara tegas menyebutkan akan mengambil langkah pemecatan dan secara spontan akan mencari pelaku dan menyerahkan kepada pihak yang berwajib. "Karena IPK bukan ormas yang identik dengan kekerasan, justru IPK berusaha menciptakan kondusitifitas di Sumatera Utara, khususnya KOta Medan apalagi dalam menjelang Pilkada Medan," katanya.
Sementara dari Asosiasi wartawan berharap polisi segera menangkap dan memproses tersangka secara hukum. Harapan itu disampaikan Forum Wartawan Hukum, Forum Wartawan Kesehatan, Forum Jurnalis Medan dan Aliansi Jurnalis Independen Medan.
"Kita berharap Polri segera menangkap dan memproses secara hukum tersangkanya," kata Ketua Forwakum, Ferdinan Sembiring didampingi Ketua Forum Wartawan Kesehatan, M Yunan Siregar.
Sekedar diketahui, Hendra Tobing alias Hendra Kibo bersama seorang rekannya diduga melakukan penganiayaan terhadap Dede Mohan Basri Hasibuan alias Abay, wartawan Metro 24 Jam.
Dalam peristiwa itu, Hendra Kibo dan rekannya dengan beringas melayangkan empat botol minuman ke bagian kepala korban hingga menyebabkan telinga kanan (bukan kiri-red) nyaris terputus. Kejadian berlangsung cepat, saat korban hendak membeli rokok di grosir B Gultom Jalan Sisingamangaraja Medan.
Informasi diperoleh, Hendra Tobing alias Hendra Kibo diketahui bekas narapidana kasus perampokan di Jalan Balai Kota Medan . Dan pernah ditangkap massa dan kereta miliknya juga dibakar massa .***