Lakukan Unjukrasa Pada 19 Maret

DPRDSU Sepakat Sikap HTI Tolak Kedatangan Obama

Lakukan Unjukrasa Pada 19 Maret

>> imbc, medan
           Hizbut Tahrir Indonesia menolak kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barrack Husein Obama ke Indonesia pada 20-22 Maret mendatang. DPRD Sumut sendiri sepakat sikap HTI Sumut tersebut.
Penolakan tersebut disampaikan Humas HTI Sumut, Musdarsahban didamping Rahmadi dan Marwan data berudiensi dengan Komisi A DPRD Sumut yang diterima, Sekretaris, Nurul Azhar Lubis, Syamsul Hilal, Yan Syahrin, dan Sudirman Halawa di gedung dewan, Kamis (11/3).
Musdarsahban mengatakan HTI mengajak masyarakat untuk menolak kedatangan Obama karena statusnya sebagai presiden dari negara yang selalu memerangi kaum muslimin. "Obama itu imperialis dan musuh kita sebagai muslimin," katanya.
Meskipun invasi AS ke Irak sejak 2003 yang telah menewaskanlebih dari satu juta warga sipil Irak memang dipimpin Presiden sebelumnya. Namun Obama dinilai tidak mengubah kebijakan tersebut. Dia bahkan memutuskan penambahan 30 ribu pasukan ke Afghanistan.
"Bahkan Obama hingga sekarang juga tidak sedikitpun mengungkapkan rasa simpati terhadap para korban tragedi Gaza setahun lalu. Jangankan simpati terhadap korban atau mengutuk pelaku, menyinggu persitiwa itu saja tidak pernah dia lakukan," katanya.
Dia menilai, kedatangan Obama hanyalah merupakan bagian dari politik belah bambu dunia Islam. Dimana AS berusaha menampilkan citra positif di stau negara mayoritas muslim seperti Indonesia untuk menutupi kejahatannya di negara Islam lainnya, Irak, Afghanistan, Palestina dan Pakistan.
Musdarsahban menambahkan, penolakan terhadap kedatangan Obama bukan berarti Islam melakukan diskriminasi terhadap orang kafir. Namun, katanya, Allah SWt melarang untuk bekerjasama dengan orang kafir yang selalu menyusahkan kaum muslimin.
Kader HTI Sumut sendiri mengancam akan melakukan unjukrasa penolakan pada Jumat, 19 Maret. "Karena kita menolak kedatangannya, kita lakukan unjukrasa sehari sebelum kedatangannya. Kita hanya ingin mengajak masyarakat menolak kedatangannya. Kalau ternyata dia tetap datang, kita juga tetap tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.
Sekretaris Komisi A DPRD Sumut, Nurul Azhar Lubis mengatakan sepakat dengan permintaan HTI. Dia juga akan menyampaikan pernyataan sikap HTI Sumut tersebut ke pemerintah pusat. "Kedatangan Obama seperti khamar (minuman keras), karena lebih banyak mudharatnya," kata anggota Fraksi PPP Sumut itu. ***