>> imbc, medan
Wakil Ketua DPRD Sumut Ir H Chaidir Ritonga MM menghimbau para para mahasiswa untuk tidak mudah terprovokasi melakukan unjukrasa anarkis. Meski kecewa dan marah , unjukrasa harus dengan tertib dan tidak boleh menganggu ketenangan masyarakat.
"Boleh saja adik-adik mahasiswa kesal dan marah, tetapi jangan sampai merugikan masyarakat," ujarnya saat menerima demonstrasi mahasiswa di halaman gedung DPRD Sumut, Kamis (11/3) siang ini.
Didampingi anggota dewan Syamsul Hilal, Nurul Azhar dan Sudirman Halawa, Chaidir juga mantan aktivis HMI di IPB Bogor mengingatkan mahasiswa , agar jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Mahasiswa adalah kelompok intelektual muda, yang harus cerdas memahami persoalan dan menyikapi isu aktual.
"Jangan mudah terprovokasi, sebab bukan tidak mungkin aksi mahasiswa dimanfaatkan pihak tertentu. Jangan mau diadu domba, sebab akan membuat hubungan polisi dengan mahasiswa menjadi tidak baik," ujarnya.
Selain itu, Chaidir mengaku memahami apa yang diresahkan mahasiswa, sebab semasa mahasiswa dia juga aktivis yang sering ikut demo. Dia juga kecewa terhadap tindakan oknum polisi yang merusak kantor HMI cabang Makassar.
Namun dia yakin penyerangan itu bukan kebijakan institusi Polri, melainkan tindakan oknum semata. Sebab Polri adalah pelindung dan pengayom rakyat termasuk mahasiswa.
Dalam demonstrasi tersebut, masiswa menuntut agar stop kriminalisasi gerakan-gerakan mahasiswa untuk demokrasi, mendesak penegak hukum (KPK) untuk segera menuntaskan kasus Bank Century yang melibatkan para petinggi negara.
Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai elemen, dengan kordinator lapangan masing-masing PW HIMMAH Sumut (Aminullah Siagian), PKC PMII Sumut (Kurnia Hidayat), DPD IMM Sumut (Farhan), PC PMKRI Medan (Boasma Marbun), Bandko HMI Sumut (Taufiq), demo di gedung DPRD Sumut. ***