Langgar Tata Ruang

Pemprop Bali Main Kayu Terhadap Kabupaten/Kota

>> us, bali
Komisi D DPRD Sumut mengadopsi Tata Ruang Propinsi Bali untuk diterapkan di Propinsi Sumut, guna menselaraskan pembangunan antar Kabupaten/Kota sekaligus mengurangi pelanggaran Tata Ruang yang sudah disahkan untuk jangka 25 tahun kedepan, sehingga tidak lagi diutak-atik setiap 5 tahun sekali.
Hal itu diungkapkan Sekretaris dan anggota Komisi D DPRD Sumut Ir Jhon Hugo Silalahi, MM, Drs Biller Pasaribu, Drs Tunggul Siagian, H Mustofawiyah Sitompul, Ir Tonnies Sianturi, Yusuf Siregar, H Hamamisul Bahsan, Drs Jamaluddin Hasibuan, Andi Arba, Zulkarnaen, ST, DTM Abul Hasan Maturidi, Restu Kurnia Sarumaha, SE dan H Maratua Siregar dalam pertemuan dengan Pemprop Bali, Bappeda dan Dinas PU Bina Marga, Kamis (11/3) di Bali.
Penataan tata ruang Bali sungguh luar biasa, memiliki planning serta terprogam jelas, sehingga penataan kota begitu indah, tidak ada kesemrautan. Bahkan arus lalu-lintaspun tidak ada ditemukan kemacetan, maka sangat wajarlah Propinsi Bali dikagumi wisatawan, ujar Jhon Hugo.
Biller Pasaribu bahkan menayakan apa konsep Pemprop Bali sehingga tetap konsisten terhadap Perda Tata Ruang yang telah disahkan, bukan seperti Propinsi lain yang secara terus-menerus dilakukan perombakan setiap 5 atau 10 tahun sekali.
Strategi apa yang dipakai Pemprop Bali sehingga bisa dipertahankan konsistensi tata ruang dan apa resepnya jalan-jalan di Bali, walaupun tidak lebar/luas tidak terjadi kemacetan. Apakah ada peran masyarakat dalam hal ini, ujar Biller Pasaribu.
Mustofawiyah dan Maratua Siregar bahkan mempertanyakan kiat Pemprop Bali menjolok anggaran ke pemerintah pusat, sehingga sarana infrastruktur jalan dan jembatan di Bali sangat mulus, nyaris tidak ada ditemukan lobang sekecil apapun.

Pemprop Bali Main Kayu
       Menjawab pertanyaan rombongan Komisi D, Gubernur Bali yang diwakili Kabiro Ekonomi dan Pembangunan I Wayan Tegeg, Kepala Bappeda dan Kadis Bina Marga menyatakan, Pemprop Bali tetap bersikap tegas terhadap Pemkab/Pemko yang melanggar Perda Tata Ruang.
Memang kerap terjadi perbedaan kepentingan dengan Kabupaten/Kota, tapi Pemprop tetap konsisten dengan Perda yang telah disahkan, sehingga tak jarang Pemprop main kayu terhadap Kabupaten/Kota demi mempertahankan keindahan Bali, ujar I Wayan.
Selain itu, katanya, masyarakatnya juga ikut mendukung dengan tetap menjaga kesucian laut maupun pegunungan yang dianggap memiliki roh sesuai dengan aliran kepercayaan, sehingga bangunan bertingkatpun tidak boleh melebihi tinggi pohon kelapa.
Kita tetap memelihara hubungan yang harmonis dengan tiga elemen, yakni hubungan kepada yang maha pencipta, sesama masyarakat dan lingkungan alam sesuai dengan konsep Tri Hita Karina yang fisiolofis melalui hubungan timbal balik, tegas I Wayan.
Menyinggung soal kiat Pemprop Bali menjolok anggaran ke pemerintah pusat, Wayan secara tegas menyatakan tidak ada kiat khusus. Cuman menangnya Bali sudah disayang dan ada perhatian dunia, sehingga berkepentingan agar Bali tetap eksis.
Tapi kita sekarang sedang giat-giatnya mencanangkan konsep Bali Green (Bali Hijau) yang bersifat pelestarian lingkungan dan meniadakan kolusi atau mengurangi pengggunaan gas emisi, ujar Wayan seraya menandaskan Gubernur Bali saat ini terus memacu mengikuti kebijakan nasinal. ***