>> iswadi, medan
Rumah di Jalan Sidodadi Nomor 94 Dusun XI Marendal I Deliserdang mendadak ramai dikerumuni warga sekitar, Jumat (12/3) siang, sekira pukul 12.00 WIB.
Pasalnya, dalam rumah pensiunan pegawai negeri sipil (PNS), tepat di kamar mandi, Wagini (65) ditemukan tewas. Jasad warga Dusun XI Gang Karya Marendal I, Deliserdang tersebut tersandar di-dinding kamar mandi rumah permanen itu.
Tewasnya ibu beranak 4 itu, yang belakangan diketahui berprovesi sebagai tukang cuci di rumah itu, pertama kali diketahui majikannya, S Yahroni (60).
Terkejutnya dia melihat tukang cucinya itu meregang nyawa. Dan selanjutnya menghubungi petugas kepolisian sektor Polsek Patumbak. Petugas yang menerima laporan langsung turun ke lokasi dan mengevakuasi jasad korban.
Tapi, polisi tidak melakukan penyelidikan terkait tewasnya IRT secara mendadak tersebut. Karena pihak keluarga tidak keberatan dan tidak bersedia jasad Wagini divisum.
Keterangan diterima di Polsek Patumbak, tewasnya korban karena kecapean mencuci di rumah majikan-nya itu. Apalagi belakangan diketahui korban mengidap penyakit rematik.
Analisis kedokteran, untuk mengetahui penyebab tewasnya korban harus dilakukan pembuktian dengan melakukan visum. Namun, adanya kejanggalan jika tewasnya korban hanya karena kecapean dan mengidap penyakit rematik.
Dr Syafrizal Nasution SppD, menyimpulkan, sangat jauh kemungkinan meninggalnya seseorang hanya karena kecapean, apalagi mengidap penyakit rematik.
Tapi, kata dokter specialis penyakit dalam ini, mungkin korban meninggal karena kecapean dan ada mengidap penyakit jantung koroner dan sesak nafas.
"Kemungkinan kecapean dan mengidap penyakit jantung koroner atau sesak nafas ada kemungkinan. Karena capek, akibatnya jantung-nya mendadak berhenti," terangnya, seraya mengatakan harus dilakukan visum untuk memperjelas kemungkinan tewasnya korban.
Di tempat terpisah Kapolsek Patumbak AKP Wahyudin menegaskan, tidak ada ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban, meski ditemukan tewas di rumah majikan-nya.
"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Dan keluarga menolak untuk di visum," tegasnya, sembari menambahkan kasusnya tidak diproses. ***