>> imbc, medan
Saat ini pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi sedang dilanda keresahan yang luar biasa. Pasalnya maling meteran air sedang merajalela. Pencurian meteran ini sudah merambah banyak rumah warga, aksinya dengan cara menggergaji pipa meteran tersebut.
Entah apa modus dibalik pencurian ini, apakah alat itu memang laku dijual, tapi kemana, atau mungkin ke penadah barang-barang loak,' cetus salah seorang warga Jalan Mandailing Simpang Limun, Kamis (17/03).
Sebelumnya warga di kawasan tersebut dihebohkan, hilangnya dua unit meteran air milik Supardi,65,. Meteran air tersebut berlokasi di depan rumahnya di Jalan Mandailing No 34 Simpang Limun Medan. Dia memiliki dua meteran karena saluran air dirumahnya dua unit. Supardi memiliki rumah kontrakan di areal rumahnya. Hingga hari ini, halaman rumah Supardi masih dipenuhi luberan air akibat si pencuri menggergaji pipa perekat meteran air.
Sedangkan siempunya rumah sedang berada di Jakarta. Rumahnya hanya ditunggui seorang cucunya dan seorang bapak tua penjaga rumah. "Kami jadi bingung, gimana ini jadinya," kata Dini, cucu Supardi.
Perihal hilangnya meteran tersebut telah diberitahukan kepada pihak PDAM, namun hingga kjini belum seorangpun petugas yang datang.
Menurut warga yang juga sama mengalami kehilangan meteran air, untuk melapor dan mengganti meteran dengan yang baru konsumen harus membayar Rp265 ribu kepada pihak PDAM Tirtanadi. Saat kejadian itu juga terungkap banyak warga yang terlebih dahulu mengalami nasib serupa.
Bahkan disalah satu kawasan tepatnya di Jalan Garu I, Simpang Limun Medan disebutkan dalam satu malam enam meteran air warga hilang. "Kalau dapat malingnya kita ramai-ramaikan sampai mati," kesal seorang warga yang menduga justru sindikat ini ada kerjasama dengan oknum yang ada di PDAM Tirtanadi. "Saya yakin penadah barang butut pun takut membelinya, karena pasti mereka tahu ini barang curian," cetus warga tersebut.
Sementara Humas PDAM Tirtanadi Delfriyendri ketika duhubungi wratawan via HP, hanya mengimbau pelanggan yang menjadi korban pencurian meteran untuk melapor ke polisi. "Pencurian itu kan tindak kriminal dan tentu saja jalan keluarnya ya lapor polisi," katanya.
Selain itu dia juga meminta kepada pelanggan untuk melapor kehilangan meteran air ke PDAM Tirtanandi untuk diganti meteran baru. Namun tentu saja pelanggan harus mengeluarkan biaya Rp265 ribu untuk biaya penggantian. ***