Selasa, 20 April 2010 - 21:04 WIB - admin
>>nida, medan
Proyek pembangunan Bandara Kuala Namu ternyata tidak sesuai di lapangan dengan apa yang dipaparkan oleh Tim satker .Hal ini terlihat saat komisi D DPRD Sumut turun langsung untuk meninjau proyek tersebut, kemarin.
Kehadiran Dewan terkait pembangunan bandara Kuala Namu adalah untuk mendukung Satker dalam mempercepat pembangunan.
Anggota Komisi D Tunggul Siagian didampingi Iman B Nasution, Maratua Siregar mengatakan ,setelah kita lihat langsung kelapangan ,ternyata tidak ada terlihat aktifitas kerja yang maksimal yang ditunjukkan oleh Satker.
"Tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Tim Satker kepada DPRD Sumut,padahal waktunya sudah sangat sempit," ujar mereka.
Maratua Siregar anggota komisi D mengatakan, kehadiran Dewan terkait proyek pembangunan Bandara ini adalah untuk mencari solusi agar proyek yang dikerjakan Satker cepat selesai.
"Bukan mencari siapa yang salah ,tetapi bagaimana duduk bersama agar proyek yang berasal dari APBN yang diharap-harapkan masyarakat Sumut ini cepat selesai sesuai dengan schedule yang sudah direncanakan"tukas Politisi dari Fraksi PAN ini.
Untuk itu ,Satker yang telah diberi kepercayaan oleh Pemerintah pusat,agar benar benar bekerja secara serius ,sehingga pembangunan ini tidak lagi terlambat,"Dewan hanya minta kepada Satker agar Proyek ini selesai sesuai rencana,apalagi anggaran juga bertambah",tambah Maratua.
Sedangkan Ketua Satker Perhubungan Dalpin Sinaga menjelaskan, terlambatnya pembangunan Bandara karena kekhawatiran dengan konsistensi penambahan anggaran yang diberikan," bagaimana Satker dapat bekerja jika penambahan anggarannya belum jelas", tukasnya.
Dia menambahkan, secara teknis sampai saat ini belum ada masalah, "Memang proyek tidak boleh berhenti karena anggaran terlambat dan Satker sudah mengantisipasi untuk itu" tapi yang perlu sekarang bagaimana DPRD Sumut dapat memperjuangkan di Pusat,karena Satker hanya sebagai pelaksana,pungkasnya. ***