Minyak Tanah di Rantauprapat Tembus Rp8 Ribu Perliter

>>zainul, rantauprapat

Warga di Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu merasa resah menyusul tingginya harga minyak tanah (minah). Di Perumnas Ujung Bandar bahkan harga minah mencapai kisaran Rp8 ribu per liternya.

Salah seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan seorang penarik becak, menyatakan tingginya harga minah ini sudah berlangsung sejak Senin (3/5) kemarin. "Masak satu liter delapan ribu," katanya pada imbc, Jumat (7/5).

Perbincangan imbc dengan pemilik warung, pasokan minyak tanah sangat minim dan mahal. "Kalau kita tak mau membeli harga yang dijual pangkalan kita tak dapat minyak," katanya. Menurutnya sejak Minggu kemaren minyak naik. "Kami hanya mengambil untung sedikit," katanya seakan merahasiakan harga beli di pangkalan.

Ketika hal ini di sampaikan imbc kepada Anggota Komisi B DPRD Labuhanbatu, Rudi Hartona, dia menyatakan bahwa melonjaknya harga minah bisa jadi konsekuensi dari dicabutnya subsidi minah.

Disinggung apa upaya DPRD dan apakah kenaikan itu ada hubungannya dengan pertemuan dengan agen penyalur beberapa hari lalu (Jumat (30/4)-red), Rudi menjelaskan pertemuan dengan agen penyalur hanya sebatas meminta informasi.

Namun Rudi tak menampik kalau ada pembicaraan tentang harga eceran tertinggi (HET) minyak dan pangkalan nakal. "Ada berbicara masalah HET, dan agen akan menindak pangkalan nakal yang menjual minyak melebihi harga yang sudah ditetapkan," tukasnya seraya meminta agar memberikan informasi bila ada pangkalan yang nakal. ***