Nur Hartono (33) warga Jalan Sei Bangkatan, Keluranah Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, yang sehari-harinya bekerja sebagai satpam Sawit Hulu, Kabupaten Langkat, harus berurusan dengan Polisi.
Pasalnya, Hartono melakukan penipuan dengan mengaku sebagai anggota BIN dan mengaku bisa memasukkan siapa saja yang berminat menjadi calon Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Sementara itu, di Polresta Binjai, tersangka diamankan sekira pukul 18.00 WIB, oleh unit Intel Kodim 0203 Langkat, yang dipimpin langsung Dan Unit, Lettu ARM, H Tamba, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Binjai Utara, Senin (14/6).
Selanjutnya, terasangka berhasil di boyong ke Polres Binjai untuk dimintai keterangan, dimana satu korban asal Langkat, membuat laporan ke Polresta Langkat dan bekerja sama dengan Polresta Binjai. Dikarenakan kasus tersebut diduga melibatkan oknum TNI berinisial Samson, akhirnya Kodim 0203 Langkat harus turun tangan, begitu tersangka diamankan, Kodim 0203 Langkat, menyerahkan tersangka ke Polresta Binjai, Selasa (15/6).
Lalu, Nason (45) orang tua dari Aryadi (20) warga Sei Lepan, Kabupaten Langkat, salah seorang korban menerangkan bahwa, untuk mengurus anaknya menjadi TNI dari Calon Tamtama (Catam) sudah habis Rp70 juta dan uang tersebut diberikan tanpa ada perjanjian di kertas hitam putih pada tersangka.
"Tersangka mengatakan kepada saya, bisa menguruskan anak saya masuk jadi TNI dari Catam. Bahkan, tersangka meyakinkan saya dengan mengatakan sudah banyak yang dimasukannya menjadi TNI. Akhirnya saya berikan uang Rp65 juta, dan saat anak saya mengikuti tes, tersangka kembali meminta uang sebesar Rp5 juta, dan belakangan minta lagi Rp8 juta, kerena saya tidak ada uang lagi, akhirnya anak saya kalah dan pulang,"ujar Nason.
Nason juga mengaku, untuk mencarikan uang Rp65 juta yang diberikan kepada tersangka, ia harus menjual tanahnya, "Kalau tahu begini tidak sampai jual tanah saya, dan uang Rp5 juta terakhir say pinjam dari saudara,"ungkapnya, seraya menambahakna, kasus ini sudah satu tahun yang lalu.
Sementara itu, di Polresta Binjai tersangka mengaku, perbuatan yang dilakukannya baru satu kali dan uang yang diambilnya dari korban disetor kepada Simon yang menurutnya oknum TNI. "Setiap saya dapat uang dari korban, saya berikan kepada Somon dan saya tidak tahu apa pangkatnya,"ujar Hartono, seraya menambahkan, saya sehari-hari bekerja sebagai satpam sawit hulu, Kabupaten Langkat.
Hartono juga mengungkapkan, perbuatan yang dilakukannya sudah memakan lima orang korban, dan lima korban tersebut kebanyakan dari Langkat, "Setiap korban saya minta sekitar Rp70 juta sampai Rp90 juta. Kalau jumlah korban, 4 dari langkat 1 dari Binjai,"ungkapnya.
Tersangka juga mengaku sudah kenal dengan orang tua korban, dan menurutnya, orang tua korban yang meminta tolong denganya, "Bukan saya yang mau, orang tua korban yang datang ke rumah saya," kilahnya. ***