Pengerebekan itu, petugas berhasil mengamankan 4 drum atau sekitar 1 ton minyak preminum dan plastik lebar berukuran panjang 15 meter.
Keterangan diperoleh menyebutkan, pengerebekan berawal dari kecurigaan pihak Lantamal I Belawan yang mendapat mandat mengamankan aset BUMN dari tindakan kejahatan. Apalagi dengan adanya informasi sebuah tempat kawasan lintasan pipa instalasi Medan Grup, yang menyalurkan BBM dari pelabuhan Belawan ke depot Pertamina Medan Labuhan, dibor oleh kawanan pencuri.
Mendapat informasi tersebut, aparat langsung menelusuri dan ternyata lokasinya persis di lintasan pipa Pertamina di kawasan rawa-rawa Jalan Pabrik Papan Kelurahan Pekan Labuhan yang sulit dilalui karena banyaknya pohon berduri dan berair.
Pada penggerebekan itu, petugas TNI AL sempat mengejar tiga pelaku yang sedang melakukan operasi penyurian BBM dari pipa milik PT Pertamina tersebut, namun sayang ketiga pelaku berhasil kabur, setelah meninggalkan barang bukti minyak hasil curian yang belum berhasil mereka bawa.
Komandan regu pengaman instalasi pipa Pertamina dari Lantamal I Pelda Syafrudin ketika ditemui di TKP menyebutkan, pengejaran terhadap ketiga pelaku pencurian BBM tersebut dilakukan setelah ada informasi dari pihak securiti Pertamina tentang pengeboran pipa yang dilakukan kawanan penjahat.
Saat petugas tiba di lokasi, tiga orang pelaku langsung melarikan diri ke paluh-paluh yang dipenuhi rawa-rawa dan semak belukar. Para pelaku diduga berhasil naik ke atas jalan tol dan dibawa kabur oleh temannya. "Mereka sudah menguasai lokasi, ketika anggota mengejar mereka kondisi paluh lagi berairan dan sulit untuk ditempuh," kata Syafrudin. ***