Pasalnya, tersangka yang diyakini berjenis kelamin perempuan dengan mengenderai mobil Daihatsu Taft Nopol BK 1287 DP, ternyata setelah dikepolisian Polres Labuhanbatu berubah menjadi lelaki.
Mengutip pengakuan Ali didampingi abang iparnya Ahua, Minggu (11/7) di Rantauprapat menceritakan, istrinya (Sumiati) tewas sesaat sampai dirumah sakit usai ditabrak dari belakang oleh mobil tersebut sekira pukul 19.00 WIB tepatnya berdekatan dengan Pos Lantas Simpang Empat. Usai tertabrak, Ali masih melihat seorang perempuan berjalan dari arah kanan mobil dan melihat kondisi mereka lalu beranjak pergi.
"Setelah menabrak dari belakang, istri saya malah terus dilanggarnya, bukannya berhenti. Jarak beberapa menit saya lihat seorang perempuan berjalan dari arah samping kanan mobil melihat kami dan langsung pergi begitu saja. Batin saya mengatakan bahwa itu pengemudi mobilnya.
Walaupun saya masih kalut, tapi pandangan saya tidak mungkin salah," tutur Ali.
Pasca lakalantas itu, 3 petugas polisi lalu lintas yang datang dari Pos Lantas menghampiri tempat kejadian dan membantu Sumiati untuk dinaikkan ke mobil patroli dan dilarikan kerumah sakit, sedangkan dua orang lagi menyeberang kearah pertokoan.
Sedangkan pasca tabrakan itu, Ahua selaku abang kandung korban selalu memimpikan peristiwa naas itu. Menurut perkiraan dari mimpinya kalau si penabrak adalah seorang perempuan. Pengakuan Ali diperkuat dengan apa yang dialami Ahun selaku abang kandung korban. Namun, dari surat panggilan yang diterima Ali sebagai saksi, tersangkanya lelaki bernama Suripto. Parahnya, tersangka tidak ditahan dengan alasan ada yang menjaminnya, sedangkan barang bukti mobil tidak terlihat disekitaran Mapolres Labuhanbatu," tambah Ahua sembari mengatakan keluarga korban menolak menandatangani BAP sebab tidak sesuai dengan fakta dan kronologis.
Kasat Lantas Polres Labuhanbatu AKP Triyadi ketika dikonfirmasi dihari yang sama mengatakan, bahwa tidak ditahannya tersangka akibat adanya jaminan dari istri tersangka. Namun untuk lebih jauh sambungya, agar wartawan langsung menemui Kanit Laka.
Secara terpisah, Kanit Laka Polres Labuhanbatu Iptu R Siregar ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, kalau tersangka adalah lelaki. Namun saat kejadian tambahnya, perempuan yang dilihat suami korban adalah istri supir (tersangka). Disingung nama dan alamat tersangka, Kanit Laka bahkan kurang mengetahui alamat pelaku.
"Kalau merekayasa BAP tidak mungkinlah, mana berani kita itu. Tersangka memang dijamin istrinya, tapi kalau barang buktinya ada di Polres kok. Perempuan yang dilihat itu adalah istri supir, kalau nama dan alamat saya lupa pula, kalau tidak salah tinggal diperkebunan di Langga Payung," terang Iptu R Siregar. ***