Pembangunan Pabrik Pemecah Batu Kulasar Telah Di Hentikan

>> mad, sergai

Pemkab Serdang Bedagai (Sergai) melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) telah turun kelokasi untuk menghentikan pembangunan pabrik pemecah batu yang terletak di Dusun II, Desa Lukasar, Kecamatan Silinda,Sergai karena pembangunannya tidak mempunyai izin resmi.

Hal itu ditegaskan Kasatpol-PP Sergai Drs Purba Siregar didampingi Kasi Trantip Ikbal Lubis pada inimedanbung.com diruang kerjanya, Kamis (15/7) seputar adanya pembangunan pabrik pemecah batu di Desa Kulasar, Silinda yang meresahkan warga.

"Kita telah cek kelapangan dan menemukan pembangunan pabrik tersebut,selain tidak mempunyai izin pembangunan, juga warga sekitar tidak mendukung pembangunan pabrik tersebut, menurut mereka pabrik tersebut bakal mengganggu warga sekitar,"papar Purba Siregar.

Menurut Purba, pengakuan warga Kulasar bahwa apabila pabrik pemecah batu juga tetap beroperasi maka warga sekitar akan terusik baik dalam melaksanakan ibadah keagamaan sampai debu dari pecahan batu akan mengganggu pernapasan warga,"Paling parahnya sungai akan terjadi abrasi karena bahan baku akan diambil dari dasar sungai sehingga itu akan membahayakan warga,"papar Purba Siregar.

Pantauan dilokasi, warga mulai terlihat gelisah dengan adanya rencana pembangunan pabrik pemecah batu disekitar desa mereka, menurut warga dengan berdirinya pabrik tersebut tidak menguntungkan warga sekitar, tapi akan lebih banyak kerugian bakal didapat warga, hal itu akibat bahan baku batu akan digiling berasal dari sungai disekitar pemukiman warga.

"Sekarang saja kami sudah gelisah karena batu koral yang dulunya banyak disekitar sungai kini sudah mulai habis akibat diambil orang, apalagi berdiri pabrik pemecah batu, habislah batu yang ada disungai dan tanah kami akan longsor,"tandas R Saragih warga Dusun II, Desa Kulasar.

Untuk itu kami warga Desa Kulasar meminta Bupati Sergai agar segera menghentikan pembangunan pabrik pemecah batu, apabila tetap beroperasi nantinya kami akan sengsara, sampai sekarang pembangunannya terus berjalan karena dilokasi sudah terlihat pekerja sedang memperbaiki mesin pemecah batu yang sudah ada sejak beberapa bulan lalu'ukapnya.***