Polres Labuhanbatu Dinilai Diskriminatif

>>pati, labuhanbatu

Polres Labuhanbatu terkesan diskriminatif terhadap para pelaku bisnis illegal judi jenis toto gelap (togel) di daerah ini, Pasalnya, para penggiat judi togel itu hanya sebagian yang ditangkap namun sebagian lagi masih bebas menjalankan bisnis haramnya.

Hal itu dikatakan salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Bilah Hilir, SM.Sitorus, Senin (19/7). "Polres Labuhanbatu terkesan diskriminatif, sebagian ditangkap yang lainnya bebas berkeliaran," ungkap Sitorus.

Dicontohkannya, setiap malam ada mobil pribadi yang melintas membawa rekap togel dari wilayah pantai, tetapi sebahagian sudah ditangkap, namun kenapa yang ini masih berjalan.

Kalau mau membasmi judi togel di daerah ini semuanya harus sapu bersih, jangan pilih kasih sehingga tidak menimbulkan kecemburuan sosial ditngah masyarakat. Apalagi keluarganya yang sudah ditangkap sudah diadili sampai ke meja hijau.

Hal senada juga dikatakan mantan Anggota DPRD Labuhanbatu periode 2004-2009, Syarifuddin ‘Ucok'Tanjung kepada wartawan, melalui selularnya, Minggu (18/7) malam.

"Sapu bersih, jangan pilih kasih karena hal itu akan menimbulkan bias ditengah masyarakat," ungkapnya.

Kalau memang mau dihapus total lanjutnya, Pemerintah pusat c/q Menteri Informasi dan Komunikasi, harus menutup situs internet yang ada di Googel, sebab hal itulah yang menjadi patokan nomor yang akan dikeluarkan dalam setiap putaran.

Situs judi yang ada di Internet lanjutnya, berasal dari Singapura dan hongkong yang bebas diakses oleh siapapun. Jadi, Menteri Informasi dan Komunikasi hanya ingin menutup situs porno saja tapi maunya harus juga menutup situs judi tersebut.

Kapolres Labuhanbatu AKBP.Robert Kennedy, melalui Pabung AKP.Mijer ketika dikonfirmasi melalui selularnya mengaku bahwa dirinya masih di Medan dan berjanji akan mencek terkait berita itu.

"Saya Masih di Medan, tapi kita tetap giat menangkap para pelaku, buktinya banyak yang sudah ditangkap, nanti akan ditindak lanjuti," ujar Mijer. ***