Penggundulan Hutan di Tapsel Semakin Tak Terkendali

>> kodir, tapsel

Meski statusnya tak jelas, hutan negara atau hutan rakyat, namun hutan dilokasi bebukitan di daerah desa Pardomuan dan desa Mosa Jae, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) sudah mulai gundul. Seakan perambahan hutan didaerah ini ‘tak terkendali lagi.

Hasil pantauan waartawan dilokasi, Selasa (3/7), aksi penebangan hutan dikedua daerah desa tersebut yang diduga ‘liar' terus berlanjut. Dampaknya sangat berbahaya. Kehidupan ekosistem di wilayah itu rusak, terancam bencana erosi, longsor. Sewaktu-waktu bisa menelan korban nyawa manusia.

Dimana, hutan yang berada dibukit yang berdekatan dengan kawasan penduduk di desa Pardomuan itu jelas-jelasa digunduli. Terlihat, tumpukan batang-batang kayu hasil tebangan berserakan dilereng bukit tersebut.

Sama seperti yang dialami bukit-bukit di daerah Mosa Jae, disini aktivitas penebangan terus berlanjut. Kayu tebangan yang mengering dibakar. Tampak asap hasil bakaran hutan terlihat mengepul dari sudut-sudut lereng bukit. Dikawasan ini lahan hutan sudah banyak berobah fungsi ke lahan perkebunan karet dan sawit.

Tidak mengherankan akibat habisnya hutan yang diharap dapat berfungsi sebagai kantong-kantong air untuk sumber kehidupan, tidak lagi berfungsi dengan baik.

Dari kejauhan, tampak jelas kecilnya aliran air sungai membuat pemandangan onggokan panjang bebatuan yang ada di daerah aliran sungai yang berada dianatara bebukitan itu.

Menurut keterangan salah seorang warga belakangan diketahui bermarga Nainggolan, bukit serta lereng bukit itu sengaja ia gunduli, dengan alasan mau buka kebun untuk menanam karet. "Bukit itu milik saya, saya sudah tinggal disini sejak lama tahun 1978," sebutnya.

Bahkan Nainggolan mengatakan berniat menghabisi hutan-hutan yang berada mulai dari puncak hingga lereng bukit ‘miliknya' berlokasi di desa Pardomuan, dia akan merobah fungsi hutan tadi menjadi lahan pertanian produksi.

Lemah Pengawasan

Terpisah, Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (KOMPEL UMTS) Padangsidimpuan menilai maraknya perambahan hutan di Kabupaten Tapanuli Selatan akibat lemahnya pengawasan oleh instansi terkait dalam hal ini Dinas Kehutanan.

"Seharusnya, Pemkab Tapsel diminta melakukan pengawasan yang intensif, terencana, dan lebih serius dalam menjaga menjaga kawasan hutan dari maraknya kejahatan penebangan liar serta melakukan pencegahan pendudukan kawasan hutan negara secara tidak sah dan melawan hukum." Kata Pembina KOMPEL UMTS Syawaluddin Hasibuan SP. MSi saat dimintai tanggapannya seputar dugaan adanya penebangan ‘liar' hutan Tapsel. ***