Dibangun dengan Anggaran Rp3,8 M

Kondisi Jalan di Bilah Barat “Babak Belur”

>>zainul, rantauprapat

Miliaran rupiah dana APBD Labuhanbatu tahun anggaran 2009 untuk pekerjaan proyek perbaikan jalan, disinyalir terbuang sia-sia. Pasalnya, perbaikan jalan hot mix yang menelan dana miliaran itu diduga tak sesuai bestek. Sebab belum sampai setahun diperbaiki, kondisinya kini sudah ‘babak belur'.

Nuansa KKN pun menyeruak, mengingat pengerjaan proyek tersebut sebelumnya ditangani keponakan Bupati HT Milwan.

Demikian diungkapan M Matondang, Ketua LSM Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (LP3NKRI), Minggu (15/8).

"Proyek perbaikan jalan diduga telah banyak menyimpang dari pekerjaan yang semestinya harus sesuai bestek ketebalan aspal hotmix sangat jauh dari ukuran standart dari bestek yang harus di kerjakan pihak rekanan," kupasnya tentang mutu proyek itu.

Ironisnya kata Matondang lagi, keberatan masyarakat terhadap pelaksanaan proyek yang di kerjakan oleh keponakan bupati HT Milwan, pihak Bina Marga Labuhanbatu tak perduli memberikan jawaban terhadap keberatan masyarakat.

Harapan Matondang adanya pengusutan kasus proyek milyaran ini dari instansi terkait, terutama tim Tipikor Poldasu.

"Saya siap mendampingi tim tipikor seandainya dibutuhkan," tawarnya dan juga akan memberi beberapa masukan lagi tentang hasil peketjaan proyek di Kota Rantau Prapat, termasuk di jalan mesjid.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, warga Desa Siluman B Kecamatan Bilah Barat meragukan kualitas aspal hotmix yang dikerjakan dalam anggaran proyek senilai Rp 3,8 miliar yang telah di kerjakan oleh PT Sekawan Jaya. Sebab kondisi aspal terlalu tipis.

Hal ini terungkap saat berbincang dengan beberapa warga, dikatakan warga aspalnya gak jauh beda tipisnya dengan aspal di kampung Salam, sehingga diyakini akan cepat rusak. "Kalau di lihat tipisnya, nasib jalan ini sama dengan di Kampung Salam, baru beberapa bulan dipergunakan sudah rusak," terang warga. ***