Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sumatera Utara yang mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (16/8) akhirnya terpaksa dibubarkan, karena listrik padam.
Padamnya listrik, tepat saat Presiden SBY tengah membacakan pidato Kenegaraan di Gedung DPR RI, terkait Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 RI, yang disiarkan secara langsung dan disaksikan bersama oleh 100 anggota DPRD Sumut, di Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan.
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun tersebut dihadiri Gubernur H Syamsul Arifin SE, Wakil Gubernur H Gatot Pudjo Nugroho ST, Sekda Provsu RE Nainggolan, sejumlah kepala dinas dan kepala badan di jajaran Pemprovsu, serta perwakilan Negara sahabat.
Pantauan imbc, listrik padam sekitar pukul 16.05 WIB, sehingga suasana menjadi gelap gulita. Tak ada pertolongan sementara genset, atau penerangan lainnya. Akhirnya, sekitar pukul 16.20 WIB, Wakil Ketua DPRD Sumut Ir Chaidir Ritonga mengumumkan rapat paripurna tersebut tidak dapat dilanjutkan, dan akhirnya dibubarkan.
Listrik baru kembali menyala pada sekitar pukul 16.30 WIB, namun seluruh anggota dewan, termasuk Gubsu H Syamsul Arifin SE yang hadir dalam pertemuan tersebut, telah bergerak meninggalkan gedung dewan.
Terkesan Sabotase
Padamnya listrik secara tiba-tiba saat Presiden RI tengah membacakan pidato kenegaraan, membuat banyak pihak menuding bahwa hal tersebut merupakan sabotase.
Informasi yang dihimpun imbc, padamnya listrik ternyata akibat putusnya kabel bawah tanah berkekuatan 20 KV (tegangan menengah), gara-gara terkena blencong saat mengeruk pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Deli, persis di belakang Gedung DPRD Sumut yang baru dibangun.
PLN Cabang Medan mengaku sebelumnya tidak memperoleh pemberitahuan dari pihak PT Jaya Konstruksi (Jarkon) selaku pihak kontraktor, terkait pengerukan tanah yang mengakibatkan kabel listrik bawah tanah putus.
"PT Jarkon tidak berkoordinasi dengan PLN, untung saja petugas pengeruk becko tidak meninggal, karena jika pihak gardu tidak segera memadamkan aliran listrik petugas tersebut bisa saja meninggal akibat tersengat listrik," tutur Wahyu Bintoro, Kepala Cabang PLN Medan. ****