Budaya "Asmara Subuh" masih menjadi tradisi muda mudi di kota Medan menjelang bulan Ramadhan, buktinya setiap usai sholat Subuh, ratusan pasangan muda mudi di kota Medan melakukan arak-arakan dengan kenderaan roda dua mengitasi jalan-jalan di kota Medan, mereka memanti datangnya pagi.
Pantauan imbc, Minggu (22/8) disekitar taman Stadion Teladang Medan puluhan muda mudi terlihat berkumpul disana, sebagian melakukan lari pagi mengitasi air mancur yang ada ditengah taman, dan sebagian lagi duduk-duduk dibangku terbuat dari batu yang ada disekitar taman.
Dewi salah seorang warga Jalan Sisingamangaraja menuturkan, kedatangannya ke taman Stadion Teladan bukan untuk melakukan asmara subuh, namun usai sholat Subuh dia lari pagi untuk menjaga kesehatan, karena apabila siang dirinya tidak bsia berolahraga karena membantu orang tua untuk berjualan jajanan bukaan puasa.
"Aku tidak suka asmara subuh, karena tidak ada manfaatnya, lagian bisa batalkan puasa,karena sampai sekarang aku tidak tau seperti apa asmara subuh itu,"papar Dewi.
Menurut M Siahaan warga sekitar, setiap pagi hari taman Stadion Teladan selalu ramai warga yang melakukan jalan dan lari pagi, namun pada bulan Ramadhan jumlahnya lebih banyak, sebagian dari mereka yang muda mudi berpasangan hanya duduk dibangku sambil bercanda.
"Setiap pagi bangku ini penuh dengan pasangan, terkadang saya malu melihatnya, karena ada yang berpelukan dibangku itu,"ujar M Siahaan disela lari paginya.
Sementara itu, M Siahaan mengatakan, lokasi taman Stadion Teladan sangat stategis bagi warga kota Medan untuk melakukan jojing atau lari pagi, karena disekitar taman terdapat jalan untuk warga yang akan lari pagi dan suasana sangat mendukung. ***