Dalam 10 tahun terakhir, perhelatan Pesta Danau Toba (PDT) di Kota Parapat, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, nyaris hanya menjadi pesta setingkat kampung atau desa.
Padahal, 20 tahun sebelumnya, yang namanya Danau Toba sudah terkenal ke manca negara. Konon lagi ada perhelatan di atasnya seperti Pesta Danau Toba, maka pastilah banyak turis asing atau Si Bontar Mata bersileweran di sana.
Ketua panitia PDT 2010, Parlindungan Purba, didampingi Wakil Ketua Rooslynda Marpaung, Sekretaris Umum Arthur Batubara dan sejumlah pengurus lain, Senin (23/8) di kantor Gubernur Sumut di Medan menegaskan, pihaknya sudah punya kiat untuk mengembalikan kejayaan Pesta Danau Toba seperti masa sebelumnya.
"Kiat itu salah satunya memadukan Pesta Budaya Batak pada rangkaia Pesta Danau Toba yang digelar selama delapan hari, 20-28 Oktober 2010," ucap Purba.
Purba optimistis, kiat tersebut bisa meningkatkan jumlah kunjungan minimal mencapai 10.000 orang selama perhelatan berlangsung. Selain itu, upaya meningkatkan jumlah kunjungan juga ditempuh dengan optimalisasi promosi, yakni bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
"Upaya promosi yang lain juga dikerjasamakan dengan Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Sumut, yakni memasang stiker Pesta Danau Toba di setiap bangku bus," jelas anggota DPD RI asal Sumut ini.
Menurut Purba, PDT 2010 ini akan tampil lain dibanding tahun-tahun sebelumnya. Yakni, sejak 1-10 Oktober, di Kota Medan akan digelar Pameran Foto tentang Danau Toba. Kemudian berlanjut dengan kegiatan Membersihkan Danau Toba, Konvensi Danau se Indonesia pada 20 Oktober di Parapat, Danau Toba, dan Pesta Ikan Gratis di Haranggaol pada 22 Oktober.
Bentuk kegiatan lain untuk menjadikan PDT 2010 lebih atraktif dan menarik dari tahun sebelumnya, menurut Rooslynda adalah mengeluarkan imbauan kepada PT Aqua Farm dan PT Algerindo untuk mengurangi aktivitas yang bisa mengotori permukaan air Danau Toba.
Promosi seperti itu juga, dinilai Rooslynda sangat efektif untuk membangkitkan citra Danau Toba sebagai salah satu danau terbesar di dunia. Karenanya, dukungan dari berbagaii pihak untuk mengembalikan citra positif Danau Toba, sangat dibutuhkan.
"PDT 2010 ini dari kita, dan untuk kita. Karenanya, mari kita semua mendukung pelaksanaannya agar lebih sukses dari yang sebelum-sebelumnya," ucap anggota DPRD Sumut dari PPRN itu.
Solahuddin Nasution, Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumut menambahkan, upaya promosi lainnya juga ditempuh dengan mempromosikan Paket Wisata Danau Toba selama PDT 2010 berlangsung.
"Promosi Paket Wisata PDT 2010 dilakukan melalui Leaflet, brosur, dan lainnya yang pelaksanaannya juga dikerjasamakan dengan pihak perhotelan di dalam negeri, termasuk di Malaysia, dan Singapura," jelasnya.
Mendengar berbagai paparan ini, Syamsul pada prinsipnya sangat mendukung upaya panitia untuk menyukseskanm PDT 2010. Namun Syamsul perlu menginatkan panitia untuk membuat promosi dalam bentuk jadwal kegiatan PDT 2010 sejak awal sampai akhir, dan puncaknya kapan.
"Promotif seperti itu bisa dilakukan di pintu masuk Sumut, seperti Bandara Polonia, Pelabuhan Belawan, Terminal Pinang Baris dan Terminal Amplas, serta tempat-tempat lain yang strategis untuk promosi," ucap Syamsul yang mengapresiasi upaya panitia dan seluruh pihak yang terlibat demi menyukseskan PDT 2010. ***