Linmas Kabupaten Labuhanbatu, Petugas Pemadam Kebarakan (P2K) resah. Pasalnya, terhitung 2 bulan belakangan ini dana kesejahteraan (Kesra ) mereka mendapat potongan. Namun, ketika ditanyakan masalah pemotongan itu, atasan mereka (Pegawai) marah-marah.
" Dana Kesra kami 2 bulan belakangan ini mendapat potongan. Herannya saat kami tanyakan, atasan langsung marah" ujar Pegawai Linmas dari bagian P2K yang namanya enggan disebutkan kepada wartawan, Minggu (22/8) malam.
Dijelaskannya, Pemotongan Dana Kesra itu bervariasi berkisar Rp 150.000-300.000 per orangnya. Sedangkan pemotongan itu tidak jelaskan untuk apa digunakan. Setau mereka (Pegawai) dana itu bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ) Kabupaten Labuhanbatu.
Lebih lanjut Sumber mengatakan, ketika masalah itu sudah ditanyakan kepada Atasan merekaberinisial L, L langsung marah-marah, sehingga mereka tidak berani lagi mempersoalkannya. " Gara-gara mempertanyakan pemotongan itu, L " naik pitam, dan diantara kami hampir terjadi adu jotos," ucap Sumber.
Yang membuat kami semakin resah, karena L mendapat dukungan dari Kepala Badan (Kaban) Kesbang Linmas, Nilwansyah. Dan dikabarkan, bila ada yang membocorkan masalah pemotongan itu, pegawai akan dimutasikan kedaerah terpencil. " Ini yang membuat kami takut Bang, sebab, kami diancam akan dimutasi keluar daerah," ucap sumber.
Sementara, Kaban Kesbang Linmas Kabupaten Labuhanbatu Nilwansyah SH yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya malam itu membenarkan adanya pemotongan itu. " memang betul ada pemotongan dan besarnya bervariasi," katanya.
Ia menjelaskan, pemotongan dana kesra itu berakibat dari ketidak hadiran pegawai saat mengikuti Apel pada jam dinas. Dan itu katanya, sudah diberlakukan selama ini. " pemotongan dana itu sesuai tingkat kesalahan pegawai, dan masalahnya kita sanggup mempertahankannya, karena ini menyangkut ke disiplinan. Apalagi saat ini pemotongan dana itu sudah kita kembalikan ke Kas Negara," katanya berdalih.
Sedangkan, Ketua DPRD Labuhanbatu Hj Elia Rosa Siregar ketika disinggung mengenai adanya pemotongan tersebut menjadi kaget. Namun, menurut Elya apabila Kaban Kesbang Linmas memang mengembalikan dana itu ke Kas Negara berarti sangat menjunjung tinggi aturan yang sudah ditetapkan.
" Saya akan cek nanti ke bagian keuangan, berapa tiap tahunnya dana kesra itu dikembalikan oleh pihak Kesbang Linmas. Namun, kalau itu tidak terbukti, berarti sudah ada indikasi permainannya," ucap Elia Rosa. ***