Kawanan maling berhasil membobol ATM Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pembantu Cabang Binjai di Jalan Sudirman, kota Binjai, Jumat (27/8) dinihari sekitar pukul 04.00 WIB. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diketahui jumlah kerugian akibat aksi pembobolan tersebut.
Walau uang sebesar Rp 165 Juta Rupiah tidak raib maupun alat kantor yang hilang. Namun, kaca dinding ATM dan satu buah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM-red) pecah di rusak kawanan pencuri diduga sangmaling kesiangan dalam melakukan aksinya di dalam ruangan ATM tersebut. Meski, kejadian ini baru diketahui oleh petugas penjaga malam yang datang ke kantor usai selesai makan sahur di rumahnya sekitar dua kilo meter dari lokasi tersebut.
Dikatakan, penjaga malam Sutrisno sendiri baru meningalkan BRI Unit Sudirman sekitar pukul 4.00 WIB pagi dan kembali lagi satu jam kemudian, saat dilihat ke dalam ATM kondisinya sudah pecah disertai serpihan kaca dalam posisi terbuka lebar dan petugas penjaga malam mengunci pintu dan melaporkan ke BRI Cabang Binjai serta kepihak berwajib, katanya.
Kapolres Binjai Rina Sari Ginting yang berada di TKP mengatakan terkait peristiwa ini pihak Bank BRI tidak mengalami kehilangan uang yang berada di dalam mesin ATM tersebut. Kemudian, pihaknya akan terus melakukan pengembangan atas peristiwan tersebut.
"Kejadian, pembobolan Bank milik BRI Cabang Binjai dengaqn cara pencurian dan perampokan ini sudah merupakan peristiwa yang kedua kalinya dalam tahun ini," ungkap Kapolres Binjai Rina Sari Ginting.
Pada bulan Juni yang lalu, kata, Rina, Bank BRI Unit pembantu yang berada di samping bangkatan kota Binjai juga di rampok dan sejumlah oknum dengan menggunakan senjata api dan berhasil membawa kabur uang sebanyak 35 Juta Rupiah.
Sementara pihak kepolisian dari Polresta Binjai juga telah meminta pihak bank untuk memasang alat pengamanan atau CCTV di beberapa titik di dalam maupun di luar Bank. Namun, hingga kini pihak Bank untuk BRI sendiri belum memasang alat pengamanan atau CCTV, sehingga saat maling membobol ATM BRI Unit Pembantu tadi pagi tidak ada CCTV yang biasa di lihat untuk mengetahui identitas pelaku, ujar Rina. ***