Musda I Partai Hanura Sumut 'Ricuh'

Peserta Sempat Ambil-alih Pimpinan Sidang

>> imbc, medan

Musda (Musyawarah Daerah) I Partai Hanura Sumut yang berlangsung di Hotel Polonia medan, Jumat (27/8) malam "ricuh" dan berakhir "deadlock". Sidang yang seyogianya digelar hingga Sabtu (28/8) ini terpaksa ditunda hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Berdasarkan informasi di arena Musda, sidang sempat diskors beberapa menit guna menyatukan persepsi antar peserta dan kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 21.20 WIB. Tapi tetap terjadi perbedaan dan perdebatan antar pendukung kandidat Ketua, sehingga pimpinan sidang Ir Nurdin Tampubolon yang juga Plh Ketua DPD Partai Hanura Sumut terpaksa mengetuk palu sebagai isyarat Musda ditunda dengan alasan tidak kondusif.

Saat pimpinan sidang Nurdin Tampubolon dan Teguh Samudra dari DPP Partai Hanura mengambil keputusan menunda Musda, para peserta melakukan protes. Bahkan sempat terjadi perang mulut mengarah emosi. Tapi pimpinan sidang tetap pada pendiriannya dan langsung meninggalkan ruang pertemuan.

Melihat meja pimpinan sidang sudah kosong, sejumlah fungsionaris dari 19 DPC Partai Hanura yang memadati arena Musda mencoba melanjutkan sidang dengan mengambil alih pimpinan sidang. Tapi, menurut salah seorang peninjau Musda dari DPP Gusti Randa, SH, tetap saja Musda tidak bisa berlanjut, karena sudah diketuk dan dinyatakan ditunda hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan.

Sejumlah peserta Musda yang ditanyai Wartawan mengaku sangat kecewa atas ditundanya Musda I DPD Partai Hanura Sumut hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan, hanya gara-gara alasan tidak kondusif. Jika ada perbedaan pendapat, sebenarnya hal biasa dalam berdemokrasi, tapi jangan sampai mencederai aturan dan peraturan.

"Kita akui dalam berdemokrasi pasti ada perbedaan pendapat, tapi hendaknya jangan sampai mencederai aturan-aturan yang sudah dibuat dalam landasan rujukan Musda, seperti AD/RT partai, Juklak dan PO (Petunjuk Organisasi)," ujar Sekretaris DPC Partai Hanura Medan Rusdi Sinuraya.

Rusdi bahkan melihat, alasan situasi tidak kondusif oleh pimpinan sidang, hanya sebagai dalih untuk menunda Musda. Apalagi penundaan tidak ditanya kepada peserta, sehingga banyak dugaan yang muncul ke permukaan. Salah satunya dikarenakan adanya keinginan yang tidak tercapai dari sekelompok peserta, sehingga diatur strategi menuda Musda.

Sementara itu, salah seorang peninjau Musda dari DPP Partai Hanura Gusti Randa, SH mengatakan, sebenarnya perbedaan pendapat antar peserta Musda bisa dijembatani, karena setiap musyawarah, pasti ada pro dan kontra. Tapi karena dirinya hanya sebagai peninjau, tidak bisa berbuat banyak, kecuali hanya menyerap apa yang terjadi di arena Musda.

Salah seorang kandidat Ketua DPD Partai Hanura Sumut Latifa Hanun mengaku sangat kecewa atas ditundanya Musda hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan, hanya gara-gara alasan tidak kondusif, sehingga peserta merasa dipermainkan oleh kelompok yang keinginannya tidak terakomodir.***