Senin, 18 December 2017

Wagubsu Buka Festifal Internasional Arung Jeram Asahan 2017


#jack, medan

Wakil Gubernur Sumatera Utara Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH ,MHum membuka Festifal Internasional Arung Jeram Sungai Asahan 'Kaldera Toba"   (The Toba Caldera  Asahan River White Water Festival 2017  di di Desa Tangga Kabupaten Asahan, Senin (4/12). Selain diikuti  tim arung jeram nasional, festivali juga diikuti oleh 10 negara asing.

Hadir pada acara tersebut tokoh masyarakat dan juga permerhati Kaldera RE Nainggolan, Bupati Sergai yang juga Ketua Persatuan Arung Jeram Sumut Soekirman, Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus, Kepala Biro Humas dan Protokol Sekdaprovsu Ilyas S Sitorus, SKPD dari Kabupaten Asahan dan Bupati Batubara.

Secara pribadi Nurhajizah merasa bangga akan Desa Tangga yang memiliki Sungai Asahan sebagai perlintasian aliran dari Danau Toba. "Sebagai putri asal Asahan saya bangga akan Sungai Asahan di Desa Tangga karena memiliki rute rumit untuk dilalui dalam arung jeram yang termasuk nomor tiga terbahaya di dunia," katanya.

Wagubsu menyatakan Sungai  Asahan merupakan potensi besar menjadi daya tarik wisata mancanegara khususnya yang mengemari olahraga arung jeram. "Untuk itu mari kita bersama-sama majukan tempat ini yang sudah mendunia, sekaligus meneruskan cita-cita mantan Gubsu Almarhum HT Rizal Nurdin yang sempat merintinsnya di tahun 2000," jelasnya.

Menurutnya kegiatan tersebut menumbuhkembangkan dan melestarikan seni budaya tradisional, mengembangkan olahraga air , mengairahkan kepariwisataan dan mengelorakan cinta lingkungan melalui gerakan pelestarian serta pengembangan danau toba dan sungai Asahan sebagai destinasi wisata nasional maupun international.

Wagubsu memastikan akan dilakukan pembangunan infrastruktur dan penginapan berupa home stay di Desa Tangga untuk melengkapi daya tarik wisata. Dia berharap  ke depannya perlombahan arung jeram internasional menjadi even tahunan di Sumut. "Untuk mendukung pengembangan pariwisata sungai Asahan kelak akan dibangun infrastruktur, sehingga nanti yang biasanya jarak tempuh dua jam lebih menjadi satu jam saja serta ada upaya pengusaha lokal maupun swasta yang tertarik membangun penginapan atau hotel agar kegiatan ini menjadi even nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," jelasnya.

Melalui The Toba Caldera  Asahan River White Water Festival 2017 yang diikuti peserta dari dalam dan luar negeri menurut Nyrhajizah nyatalah bahwa perbedaam budaya tidak menghalangi kita untuk berinteraksi, sikap saling memahami menghormati.

Hal senada juga disampaikan pemerhati Kaldera Toba RE Nainggolan lokasi ini juga akan menguntungkan masyarakat sekitarnya dimulai dari lokasi hingga pengusaha kecil.

Menurut RE Nainggolan ditingkatkannya sungai Asahan menjadi objek wisata akan mensejahtetakan masyarakat seperti di Toba Samosir, pasalnya sejak status Bandara Silangit menjadi international jumlah wisata dalam dan hingga luar negeri terus meningkat. "Untuk ke Sungai Asahan wisatawan butuh waktu 2 jam saja dari Toba Samosir, "paparya

Sementara 10 tim  peserta dari luar negeri Republik Ceko, Jepang, Australia, Italia, Prancis, Malaysia ,Kanada, New Zealand, United Kingdom, Amerika Serikat dan Indonesia.

Pelaksanaan kegiatan kejuaraan Arung Jeram Internasional Tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 29 November sampai dengan 8 Desember 2017. ***