Selasa, 23 October 2018

Pengembangan Danau Toba Penting

Kelestarian Alam, Budaya dan Kesenian Juga Penting


#jack, medan

Pengembangan kawasan Danau Toba sangat penting. Diantaranya untuk melindungi kelestarian alamnya, melestarikan kebudayaan dan kesenian di sekitar Danau Toba, serta status tanah di sekitarnya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH   ketika membuka acara seminar nasional “Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Danau Toba” di ruang Hermina Centre Universitas Darma Agung (UDA), Sabtu (5/5/2018).

Dikatakan Wagubsu Nurhajizah, penyiapan pembangunan dan pengembangan kawasan Danau Toba juga berkaitan dengan sumber daya manusia di daerah yang berkaitan dengan layanan pariwisata  Danau Toba. Maka proyeksi penguatan sumber daya manusia harus terus menerus dilaksanakan.   “ Juga diperlukan sinergi di kalangan masyarakat, pemerintah, tenaga kerja, dan pengelola usaha ke arah profesionalisme,” ujarnya.

Wagubsu menambahkan, zaman kini sudah sangat berubah. Komunikasi, koordinasi dan kepedulian  adalah cara yang baik untuk menjadikan daerah ini berdaya saing dan sejahtera.  "Semua orang harus berkontribusi sesuai kemampuannya. Jangan berpangku tangan, Danau Toba kita adalah warisan Tuhan. Sangat indah dan kita tinggal menjaganya," ujarnya.

Nurhajizah juga menyampaikan, saat ini Pemprovsu sedang mengupayakan pembangunan 50 titik lokasi wisata di sekitar Danau Toba. Sebanyak 25 titik di antara sudah bisa dikunjungi. " Dengan  banyaknya lokasi  ini diharapkan pengunjung tidak hanya sekedar  datang kemudian pulang dalam sehari, tapi bisa menghabiskan lebih banyak waktu di Danau Toba karena itu buka hati, dan buka diri. Supaya menyatu dengan pemerintah dalam membangun Sumut," katanya.

Ada satu lagi yang terpenting menurut Wagubsu, yaitu mengajak semua pihak untuk mensuksekan kehadiran asesor untuk kawasan Geopark Kaldera Toba di akhir Juni ini. Semua  pihak bisa bekerja sama sehingga Danau Toba dapat menjadi salah satu  UNESCO Global Geoparks (UGG).

Sementara itu, Rektor Universitas Darma Agung Dr Jaminuddin Marbun SH MHum mengharapkan  seminar nasional ini bisa menghasilkan resume  yang baik untuk disampaikan ke Pemprovsu  maupun semua pihak yang berkepentingan.

"Hasil resume dalam seminar ini tidak hanya ditulis di buku dan disimpan di perpustakaan tapi kiranya dapat diimplepentasikan,  sehingga pengembangan dan pembangunan kawasan Danau Toba segera terwujud," ujarnya.

Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatera Utara Dr Ir Hj Wan Hidayati MSi, Kepala BBPJN -II Paul Ames Halomoan, dan Direktur  Badan Pengelola Otorita Danau Toba (BPODT) M Tata S Ridwanullah. ***