Rabu, 19 December 2018

Rakor Bahas Pengelolaan KPSN Danau Toba

Menko Maritim Minta Kabupaten se-Kawasan Jemput Bola


#jack, medan

 Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan meminta pemerintah kabupaten se-kawasan Danau Toba serius dalam upaya memajukan pariwisata dengan system jemput bola terhadap apa saja yang diperlukan guna dalam pengembangannya. Hal tersebut disampaikannya dalam Rakor Pembahasan Perkembangan Pengelolaan kawasan wisata andalan Sumatera Utara (Sumut) di Laguboti Tobasa, Rabu (10/1/2018).

“Kami minta supaya pemerintah kabupaten se-kawasan untuk serius terhadap pengembangan kawasan pariwisata di Danau Toba. Karena Pak Presiden sudah memerintahkan kita untuk bekerja melayani, bukan sebaliknya. Jadi harus jemput bola, jangan menunggu,” ujar Luhut di Aula Kampus Institut Teknologi Del, Tobasa.

Hadir diantaranya Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana, Wakil Gubernur Sumut Dr Hj Nurhajizah Marpaung, Bupati Tobasa Darwin Siagian, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, Bupati Karo Terkelin Brahmana, serta perwakilan dari Pemkab Simalungun, Taput, Dairi, Direktur Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Kepala BPJN Sumut Paul Ames, Tokoh Masyarakat RE Nainggolan serta perwakilan sejumlah kementerian terkait.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) tersebut dirinya juga meminta kepada seluruh pihak terkait, baik pemerintah kabupaten se-kawasan, pemerintah provinsi serta kementerian seperti Pekerjaan Umum, Perhubungan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Paiwisata dan swasta agar dapat mempercepat pengerjaan pengembangan tersebut pariwisata di Danau Toba.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Sumut Hj Nurhajizah Marpaung mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah mengupayakan mengejar pembangunan di kawasan Danau Toba. Selain pembangunan jalan provinsi yang menjadi akses ke sejumlah lokasi wisata, pihaknya juga mempersiapkan bagaimana Geopark Kaldera Toba bisa masuk dan diakui UNESCO sebagai bagian dari warisan bumi dengan pengelolaan yang kompleks.

“Untuk jalan provinsi yang ada di kawasan Danau Toba, tahun ini kita juga fokus untuk perbaikan di bebrapa tempat. Namun kita minta agar pembebasan lahan seperti pelebaran badan jalan, agar pemerintah kabupaten bisa mempercepat prosesnya,” kata Wagub didampingi Kadis Lingkungan Hidup Hidayati dan Staf Ahli Bidang Ekbang Binsar Situmorang.

Sementara Direktur BPODT Arie Prasetyo menyampaikan bahwa kondisi saat ini, perkembangan Bandara Silangit yang telah resmi beroperasi sejak Oktober 2017 lalu, masih membutuhkan penambahan luas landasan pacu sekaligus perluasan lahan parkir pesawat.

“Kita juga minta Pemkab (Taput) bisa membantu untuk penyediaan lahan perluasan landasan pacu di SIlangit agar bisa didarati pesawat yang lebih besar. Kita juga mendorong operasional kereta api wisata dengan rute Medan-Pematang Siantar,” kata Arie. ***