Selasa, 19 June 2018

Sungai Aek Natas Labuhanbatu Utara :

Destinasi Wisata Arung Jeram “Nan Indah dan Mempesona”


#yasmir, aekkanopan

Sebagai daerah baru hasil pemekaran dari Labuhanbatu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara, tidak henti berinovasi mencari potensi daerah, termasuk diantaranya di sektor kepariwisataan.

Salah satunya, yang saat ini sedang dikembang, objek wisata sungai, yang nantinya dapat dijadikan sebagai lokasi arung jeram di Propinsi Sumatera Utara.

“Kami berupaya dan berharap agar wisata alam di Labuhanbatu Utara seperti arung jeram, dapat berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat daerah ini maupun Sumatera Utara,” kata Bupati H. Kharuddin Syah SE, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Labura, Drs Sugeng, dalam suatu pembicaraan belum lama ini.

Secara geografis, sungai Aek Natas  membentang sepanjang Kecamatan Aek Natas hingga Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara. 

Sepanjang daerah aliran sungai ini, tersimpan keindahan alam yang masih alami. Ditempat ini, ada tepian sungai, seperti Pantai Bisky yang kerap dikunjungi masyarakat.

Kemudiam di kawasan hulu sungai Aek Natas, memiliki arus yang cukup deras. Sangat potensial menjadi destinasi wisata arung jeram.

Sepanjang daerah aliran sungai berbatu, dengan panorama alam yang natural. Terletak 9 km dari Jalan Lintas Sumatera, Simpang Kampung Pajak, Kecamatan Na Sembilan-sepuluh, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Untuk menuju lokasi arung jeram yang terletak di Desa Simonis Kecamatan Aek Natas, diperlukan waktu sekitar 60 menit dari Aekkanopan, sebagai ibukota kabupaten ini.

Titik awal arung jeram dimulai dari kawasan jembatan sebelum mendapatkan Desa Sibito.

“Arung jeram sungai Aek Natas sudah terdaftar menjadi icon wisata Sumatera Utara. Ada 3 objek wisata yang didaftarkan untuk menjadi icon wisata di propinsi ini", ucap Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Labuhanbat Utara, Subekti SPd didampingi sekretarisnya, Syafi'i SPd dan Kepala Bidang Pariwisata, Maratahi Sipahutar SIP.

Pengelolaan yang baik akan membuat destinasi wisata ini semakin dikenal masyarakat secara luas. 

Langkah awal menjadikan Sungai Aeknatas, sebagai destinasi wisata arung jeram, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara, melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan survey dan uji coba pada Juli 2017 lalu.

Menurut Subekti, arung jeram di Sungai Aek Natas, sepanjang 9 km diharap bisa beroperasi pada 2018. Dikatakannya, objek wisata ini akan semakin greget jika Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Desa, pihak swasta dan masyarakat saling bersinergi.

Dilain pihak, Sekretaris Jenderal Komite Mahasiswa Labuhanbatu Utara (KMLU), Mhd Isnen Harahap berharap, agar Kabupaten Labuhanbatu Utara yang baru berusia 9 tahun, dapat semakin terkenal di bidang wisata arung jeram. Terlebih, Labuhanbatu Utara, bertetangga dengan Kabupaten Asahan yang memiliki wisata arung jeram level internasional.

“Mungkin kabupaten kita yang masih berusia 9 tahun, bisa belajar dengan Kabupaten tetangga terkait arung jeram. Agar wisata Labuhanbatu Utara ini bisa sukses,” kata Isnen yang merupakan warga Aek Natas dan mahasiswa Program Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) USU. ***