Senin, 18 December 2017

Bagikan 9000 Sertifikat di Langkat dan Mebidang

Jokowi: Kalau “Disekolahkan” Buat Modal Usaha


#jack, medan

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Langkat Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) membagikan 9000 sertifikat tanah kepada masyarakat Langkat, Medan, Binjai dan Deliserdang (Mebidang). Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan Alun-alun Tengku Amir Hamzah Kabupaten Langkat Jumat (24/11/2017).

Hadir dalam acara tersebut sejumlah Menteri RI diantaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Mensekneg Pramono Anung,Gubernur Sumatera Utara Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi dan Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu.

“Untuk Sumatera Utara dari 3,9 juta baru 1,4 juta atau 30 persen yang menerima bantuan sertifikat tanah. Sama seperti nasional dari 127 juta tapi baru 46 juta yang dapat. Makanya saya perintahkan Menteri BPN agar penerima sertfikat cepat selesai. Tahun ini target kita 5 juta, tahun depan 7 juta dan tahun depannya lagi 9 juta harus dikeluarkan,”ujar Jokowi disambut tepuk tangan meriah ribuan masyarakat yang hadir.

Lebih lanjut dikatakan Jokowi alasan dirinya mendesak percepatan sertifikat tanah bagi masyarakat karena dirinya kerab mendapat informasi saat turun ke desa-desa adanya konflik maupun tanah ditengah masyarakat. Dan tidak sedikit dari masyarakat desa yang harus merelakan tanahnya karena kalah di pengadilan.

“Kalau sudah pegang sertifikat, berarti hak hukum atas tanah sudah dipegang. Saya pesankan simpan baik-baik, laminating dan jangan lupa potokopi. Jadi kalau hilang mudah mengurusnya  ke BPN. Apalagi kalau hujan, takutnya kalau ada rumahnya yang bocor bisa rusak,”ujar Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan agar sertifikat tanah yang sudah dimiliki masyarakat harus di simpan baik-baik. Bahkan kalau pun ada yang ingin “menyekolahkan” Jokowi berpesan agar uangnya dapat dipergunakan ke hal-hal yang positif seperti modal usaha.

“Saya titip pesan lagi, bisanya sertifikat ini di sekolahkan. Saya tahu karena saya sering turun ke desa dan kampung-kampung. Saya pesankan agar pakeklah Bank yang agunannya rendah seperti KUR Cuma 9 persen. Tapi kalau pinjam uang tolong dihitung kalau tidak cukup. Lebih baik disimpan. Karena kalau keliru hitungnya sertifikatnya hilang disita Bank. Misalnya dapat pinjaman Rp300 juta, jangan 150 jutanya dibelikan mobil atau motor. Paling tiga atau enam bulan selanjutnya sertifikat jadi milik Bank. Kalau minjam gunakan untuk modal usaha jangan buat gagah-gagahan,”harap Jokowi.

Sebelumnya Menteri Menteri RI diantaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil mengatakan bahwa pada hari ini pihaknya telah menyerahkan 9.000 sertifikat tanah kepada masyarakat yakni masyarakat Kabupaten Langkat, Kota Medan, Deliserdang, dan Binjai.***