Rabu, 15 August 2018

Diduga Penyakitnya Tak Kunjung Sembuh,

Nazir Masjid Tewas Gantung Diri


#jaka, asahan

Nazir Masjid Desa Persatuan Kecamatan Pulo Rakyat Asahan Kepon Hermanto (71) ditemukan tewas diduga bunuh diri dengan leher terikat tali nilon yang dipintal tergantung di pohon rambutan.

Peristiwa itu, kali pertama diketahui oleh anak menantunya Yani yang kebetulan ke luar rumah dari pintu belakang, Senin (14/5/18) sekira pukul 16.15 WIB di belakang rumah korban Dsn VI Desa Persatuan Kecamatan Pulau Rakyat Asahan.

“Tadi kejadiannya sekitar pukul 16.15 WIB, sudah tergantung di bawah pohon rambutan,” kata Adi Suwarno kepada Wartawan didampingi Yani istrinya.

Yani mengatakan, sekira pukul 16.15 WIB dirinya keluar rumah akan melihat mertuanya yang sudah terbiasa duduk di atas kursi pelastik disamping  gubuk kecil di belakang rumahnya.

Alih alih, Yani terkejut seketika karena melihat mertuanya tergantung di pohon rambutan dengan leher terikat tali nilon yang dipintal, ia langsung menjerit histeris memanggil suaminya Adi.

Mendengar Yani minta tolong dan memanggil suaminya, Adi Suearno ke luar dari rumah dan mendatangi tempat kejadian peristiwa (TKP). Dengan rasa panik Adi pun meminta pertolongan warga dan setelah itu membawa jasad korban ke dalam rumah korban yang ditempati bersama anak dan menantunya tersebut.

Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pulau Raja. Tak lama Polisi turun untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan kepada sejumlah saksi. 

Juga dilakukan visum et revertum oleh pihak medis Puskesmas Pulau Rakyat, dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda tindak penganiayaan pada jasad korban Kepon. Namun pihak medis menemukan superma dari kelamin korban dan rases dari anus sehingga menduga korban tewas murni akibat bunuh diri.

“Pihak keluarga tidak bersedia orang tua kami diotopsi karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya dan kami menduga korban tewas akibat murni gantung diri," ungkap Adi Suwarno yang juga ditulis dalam surat pernyataannya.

Sementara, salah seorang adik kandung korban Tumingan mengatakan, bahwa korban sebenarnya sudah lama menderita suatu penyakit dan yang sering dikeluhkan di bagian kepala, pinggang dan lainnya. 

“ Abang saya itu sudah sering mengeluhkan penyakitnya di bagian kepala, pinggang dan lainnya, tetapi selalu dipaksakannya untuk menjadi Imam (Nazir) salat di masjid,"  ungkap Tumingan.(Jaka). ***

CAPTION : Korban Kepon Hermanto (71) Tewas Tergantung Tali Nilon Di Pohon Rambutan Belakang Rumahnya. ***