Senin, 22 October 2018

Membawa Keranda Mayat :

Puluhan Pemuda Unjuk Rasa Ke DPRD Labuhanbatu Selatan


#yasmir, kotapinang

Puluhan pemuda berunjukrasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu Selatan, di Jalan Bedagai Kotapinang, Rabu (7/2/2018) siang.

Aksi unjuk rasa ini, diwarnai dengan adanya satu keranda mayit, sebagai simbol "matinya demokrasi" di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Mendapat pengamanan dari aparat kepolisian, pengunjuk rasa intinya menyampaikan aspirasi, meminta wakil rakyat di lembaga daerah ini menunda pengesyahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Labuhanbatu Selatan. 

Alasan pengunjukrasa, dalam Rancangan APBD tahun 2018 itu, ada dana yang tidak wajar. Yaitu untuk pembebasan lahan pembangunan bandar udara di Kecamatan Sei Kanan.

Selain itu, pengunjuk rasa meminta agar dewan transparan dalam membahas APBD Labuhanbatu Selatan.

Pengunjuk rasa, dimotori Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Labuhanbatu Selatan, juga menuntut Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan, agar turut mengawasi pembahasan Rancangan APBD, yang kemungkinan berpotensi diselewengkan. 

"Kami akan menggelar aksi damai selama 3 (tiga), sampai tuntutan kami diterima", ucap Ketua DPP Pemuda Labuhanbaru Selatan, Ajit Hadibuan didampingi wakilnya Hadbi Zuadi dalam orasinya.

Pengunjuk rasa juga menuntut Bupati Labuhanbatu Selatan, H Wildan Aswan Tanjung SH, untuk melaksanakan program pembangunan secara merata, diseluruh wilayah. Ketua DPRD Labuhanbatu Selatan, H Zabaluddin Dasopang, didampingi wakilnya Syah Dian Purba dan Ketua Komisi B, H Zainal Harahap, menyatakan setuju dengan tuntutan pengunjuk rasa.  Setelah bertemu dengan pimpinan DPRD Labuhanbatu Selatan, pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib. ***