Rabu, 15 August 2018

Praktik Pungli di Polresta Medan Terbongkar


#rendra, medan
Akhirnya, praktik pungli di jajaran Polrestabes Medan, Jalan HM Said No 1 Medan, terbongkar. Tak tanggung, sejumlah anggota Satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Satgas Saber Pungli) dari Kementerian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) mengungkap praktik pungli itu di Ruang Idik 5 Ekonomi Satreskrim, Jumat (3/8/2018).

Sejumlah informasi menyebutkan, anggota Satgas Pungli Kemenkopolhukam mendapatkan informasi seputar pungli yang diduga dilakukan oknum personel Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan kepada pihak UD Forsindo Jaya Equipment. Pungli dimaksud terkait tiga unit barang impor milik UD Forsindo yang diduga tidak memiliki SNI dan berbahasa Indonesia, yakni satu mesin mixer merek Getra, satu mesin kopi merek Getra dan satu box pendingin dan pemanas merek Getra. Jumlah uang yang diberikan marketing UD Forsindo, Zulfirman Ghozali untuk meloloskan tiga barang tersebut senilai Rp20 juta yang dikemas dalam kantong plastik.

Strategi kemudian disusun untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut. Anggota Satgas Pungli kemudian menyamar sebagai Humas UD Forsindo yang berkantor di kawasan Jalan Aksara No 73 B Medan dan mendatangi oknum polisi bernama Brigadir Anri Sakti Muroswana untuk menanyakan hal itu. Namun, Brigadir Anri menyatakan, yang mengetahui hal itu adalah rekannya, seorang penyidik pembantu bernama Brigadir Deni M Sukmana, personel Unit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan. Merasa cukup bukti, petugas yang menyamar itu kemudian memperlihatkan surat tugas sebagai anggota Pokja Satgas Pungli dan meminta kembali uang yang telah diterima Brigadir Anri dari UD Forsindo.

Brigadir Anri kemudian mengembalikan uang tersebut, terdiri atas pecahan Rp100 ribu sebanyak 190 lembar dan 20 lembar pecahan Rp50 ribu. Bersama barang bukti tersebut, anggota Satgas Pungli memboyong Brigadir Anri dan Aiptu Masper Sirait ke Ruang Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Mapoldasu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dua oknum polisi itu disangkakan Pasal 12 huruf (e) atau Pasal 11 UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan Pasal UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. ***

Teks Foto: Ilustrasi pungli. Foto Net