Selasa, 24 April 2018

Tabligh Akbar HUT ke-70 Sumut Hadirkan Ustadz Somad

Gubsu Harap Pilkada dan MTQN 2018 Sukses


#jack, medan

Gubsu, Dr HT Erry Nuradi mengharapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dan MTQ Nasional 2018 berjalan sukses. Hal itu disampaikannya pada kegiatan Tabligh Akbar Hari Jadi ke-70 Provinsi Sumatera Utara di lapangan Apel Kantor Gubernur Sumut dengan kehadiran Ustadz Abdul Somad (UAS), Minggu (15/4/2018).

"Dalam rangka memperingati hari jadi ini, Pemprov Sumut menggelar beberapa kegiatan diantaranya adalah Tabligh Akbar dan Pawai Kendaraan. Tentu kita berharap provinsi ini menjadi lebih baik dan paten. Sesuai tema 70 Tahun Sumatera Utara, Kita Sukseskan Pilkada Serentak dan MTQ Nasional ke-27 Tahun 2018," ujar Gubsu Erry Nuradi di hadapan ribuan orang PNS dan masyarakat umum yang memadati halaman Kantor Gubernur.

Kehadiran Ustadz Abdul Somad sebagai da'i kondang yang dikenal luas di kalangan masyarakat, Gubsu berharap seluruh masyarakat tetap dapat menjaga kebersamaan, dan kekompakan meskipun dalam suku yang berbeda-beda. Sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga baik.

Hadir diantaranya Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH, Ketua TP PKK Sumut Ny Hj Evi Diana Erry Nuradi, Plt Sekda Ibnu Hutomo, dan seluruh jajaran pimpinan OPD. "Bersama Ustadz Abdul Somad tadi mengajak untuk kita semua menjaga kebersamaan, kekompakan dan menjaga NKRI untuk kita di Sumatera Utara ini," jelas Gubsu.

Sementara dalam tausiahnya, Ustadz Abdul Somad LC MA menyampaikan bahwa Sumatera Utara adalah wilayah yang besar dengan latar belakang sejarah berdirinya kerajaan Kesultanan Melayu mulai dari Langkat, Deli, Serdang hingga Asahan. Kemudian disatukan menjadi sebuah provinsi. Sehingga peran Sumut dalam rangka NKRI sangat besar.

Begitu juga soal kepemimpinan, Ustadz Somad yang sering disebut UAS ini mengatakan bahwa pada peringatan hari jadi ke-70 Sumatera Utara, Gubernur membuat kegiatan Tabligh Akbar yang melibatkan ribuan orang untuk mendengarkan ceramah. Hal tersebut menurutnya menunjukkan bahwa pemimpin saat ini tergolong memiliki ketaatan kepada Agama Islam.

Begitu juga soal keberagaman masyarakat, UAS menyebutkan bagaimana Sumut menjadi provinsi yang harmonis dalam perbedaan suku. Bahkan warga yang berasal dari suku luar negeri seperti India dan China, dapat ditemui di berbagai daerah di provinsi ini.

"Kita harus bersyukur, apapun suku kita, kita adalah Indonesia. Bagaimana sejarah penerimaan kita terhadap orang luar, bisa bersatu dalam kedamaian. Karena (Melayu) Islam tidak pernah bermasalah dengan kehidupan sosial. Tetapi bicara akidah, memang tidak ada tawar menawar," jelasnya. ***