Sabtu, 23 August 2014

Lihat berita lama ada di Archive

Dahlan Iskan Sebaiknya Bisa Menyelamatkan Listrik Sumut

Pansus Kelistrikan Desak Pihak Berkompeten Audit PLN

>> jack, medan

Pansus kelistrikan DPRD Sumatera Utara minta pihak berkompeten untuk melakukan audit seluruh pembangkit-pembangkit listrik yang ada di Sumut. Sebab tidak ada satupun pembangkit listrik di Sumut yang selesai sesuai jadwal, sehingga masalah krisis listrik di Sumut tak bisa teratasi.

Hal itu disampaikan Ketua Pansus Kelistrikan DPRD Sumut, H Ajib Shah, Senin (1/7) di gedung dewan, terkait akhir-akhir kinerja PLN Sumbagut yang sangat mengecewakan, karena tidak menunjukkan kinerja maksimal untuk mengatasi krisi listrik di Sumut. Bahkan terkesan terus menerus “membohongi” masyarakat Sumut terhadap pengoperasian sejumlah pembangkit listrik di sumut.

"Tidak ada pembangkit di Sumut yang dibuat selesai sesuai jadwal. Makanya Pansus kelistrikan akan mengaudit secara keseluruhan pembangkit-pembangkit yang ada di Sumut," kata Ajib kepada wartawan di gedung DPRD Sumut, Senin (1/7).

Ketua fraksi partai Golkar DPRD Sumut itu menjelaskan, dimana sejumlah pembangkit yang akan diaudit diantaranya, PLTU Sicanang karena kondisi mesinnya tidak pernah bagus, PLTU Pangkalan Susu kapasitas 2x200 MW yang sedang dalam proses pembangunan. Proyek tersebut seyogianya beroperasi tahun 2011 namun hingga kini masih tersendat. Bahkan, informasi terakhir menyebutkan PLTU tersebut baru bisa beroperasi tahun 2014 mendatang.

Kemudian, PLTA Asahan III yang hingga kini masih tersendat pembangunannya karena masalah lahan. Padahal menurut Kepala Pembangkitan Sumut, Nasri Sebayang sebelumnya mengatakan sudah tidak ada lagi persoalan lahan untuk proyek tersebut. "Mereka ini sengaja memberi keterangan simpang siur untuk menutupi kebohongannya," ujarnya.

Ajib menambahkan, pembangkit lain yang akan diaudit adalah PLTU Nagan Raya kapasitas  2x100 MW yang direncanakan bisa menyuplai daya untuk Sumut Desember tahun ini. "Kita lihat saja nanti, benar tidak Desember ini bisa masuk," ujar Ajib.

Pembangkit lain yang juga tidak beroperasi sesuai jadwal adalah PLTA Lau Renun di Dairi kapasitas 2x45 MW dan pembangkit listrik swasta PLTP Sarulla kapasitas 3x110 MW yang hingga kini terbengkalai karena belum ada kesesuaian nilai jual dengan PLN.
Selanjutnya yang paling miris adalah PLTU Labuhan Angin kapasitas 2x115 MW karena sejak dioperasionalkan tahun 2009 lalu, tidak bisa maksimal karena mesin pembangkit selalu membutuhkan perbaikan. Sejak dioperasikan, PLTA Labuhan Angin hanya bisa menyuplai daya maksimal 80 MW.  "Diantaranya Menteri Dahlan Iskan pernah menyebut Labuhan Angin ini bayi yang lahir cacat dan asupan gizinya salah," ungkap Ajib.

Oleh karena itu, Ajib mengatakan, dia berharap Meneg BUMN, Dahlan Iskan bisa menjadi penyelamat kelistrikan Sumut. "Kita berharap pada Pak Dahlan Iskan selaku Meneg BUMN bisa menjadi penyelamat kelistrikan Sumut. Karena kita sudah tidak percaya lagi dengan instrumen PLN di daerah dan Jakarta. Sudah ribuan alasan mereka berikan, tapi hasilnya bohong juga. Maka di Pansus ini akan kita minta audit seluruhnya pembangkit-pembangkit yang ada di Sumut,"tandasnya. ***