Kamis, 16 August 2018

Dirut PDAM Tirtamalem: Proyek Dikerjakan Rekanan dari Medan

DPRDSU Desak Kejari Usut Proyek SPAM IKK Mardinding


#jack, medan

Anggota DPRD Sumut Siti Aminah Br Peranginangin SE mendesak Kejari Kabanjahe  untuk segera  mengusut proyek pembangunan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum IKK (Ibu Kota Kecamatan) Mardinding Kabupaten Karo berbiaya Rp5,5 miliar yang pengerjaannya asal jadi  dan diduga sarat korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

“Proyek pembangunan SPAM pipanisasi dari mata air menelusuri Daerah Aliran Sungai (DAS)  Kecamatan Mardinding yang dikerjakan pada tahun 2016 ini harus segera diusut, karena diduga sarat KKN dan asal jadi,” ujar Siti Aminah kepada wartawan, Minggu (11/2/2018) di Medan menanggapi pembangunan proyek SPAM di Mardinding.

Dari hasil penulusuran anggota dewan Dapil XI Karo, Dairi dan Pakpak Bharat bersama  masyarakat dan aparat pemerintahan desa, proyek pemasangan pipa tersebut diduga sarat penyimpangan, sebab secara kasat mata jelas terlihat, bahwa batangan pipa hanya diletakkan di atas permukaan saluran air sungai dan sebagian di atas permukaan pasir, tanah atau pun batu di badan sungai atau pun di tepi aliran air sungai.

“Akibatnya pipa tersebut rentan tertimpa batang kayu balok yang hanyut saat sungai banjir, sehingga dikuatirkan pipa  akan pecah atau rusak diterjang arus sungai bersama potongan-potongan kayu tersebut,” ujar Siti Aminah sembari mengungkapkan keyakinannya, bahwa proyek pembangunan SPAM dan bangunan penyulingan air ini dikerjakan asal jadi.

Seperti diketahui, kata mantan Ketua DPRD Karo ini, proyek pembangunan pipa air ini diperuntukkan untuk masyarakat dan airnya akan dialirkan ke rumah-rumah penduduk di Kecamatan Mardinding. Jika ada pihak yang masih berusaha menyelewengkannya, harus segera diusut.

“Jauh-jauh hari telah kita ingatkan, agar proyek yang anggarannya bersumber dari APBN TA 2016  ini jangan sampai diselewengkan, karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” ujar Siti Aminah sembari mendesak Kejari Kabanjahe untuk segera turun ke lapangan, untuk meneliti dugaan pengerjaan proyek asal jadi dan sarat KKN dimaksud.

Tidak Mengetahui

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtamalem Karo Arvino Hamsyari ST yang dikonfirmasi wartawan beberapa  waktu lalu di Kabanjahe, membenarkan adanya proyek pembangunan SPAM di Kecamatan Mardinding senilai Rp5,5 miliar yang bersumber dari APBN 2016.

Namun, katanya, pembangunan SPAM tersebut dikerjakan oleh pihak rekanan dari Medan dan baru diserahterimakan kepada PDAM Tirtamalem pada awal 2017. “Soal pelaksanaan pembangunan SPAM dan mutunya atau adanya dugaan penyimpangan, tidak saya ketahui. PDAM Tirtamalem Karo hanya menerima hasil pembangunan SPAM untuk dikelola,” ujarnya. ***