Rabu, 19 September 2018

Disebut-sebut Akibat "Uang Mahar"

Kader Golkar Sumut Digugurkan Tim Penjaringan Cawagubsu?


#jack, medan

Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, HM Hanafiah Harahap mengaku kecewa dan memproses keputusan Tim Penjaringan Calon Wakil Gubernur Sumut (Cawagubsu) dilakukan partai berlambang pohon beringin tersebut. Dia meinilai Tim Penjaringan tidak profesional, pasalnya proses yang berlangsung terkesan terburu-buru dan kasak-kusuk.

Hanafiah Harahap salah seorang kader partai yang juga mendaftarkan diri sebagai cawagub dinyatakan tidak lulus verifikasi karena saat proses tersebut berlangsung, Hanafiah sedang tugas luar kota sebagai anggota DPRD Sumut.“Proses pendaftaran oleh tim penjaringan untuk kader Partai seharusnya tiga hari, sampai dengan tanggal 13 Desember. Kenapa verifikasinya juga digelar 13 Desember? Benar saya ditelpon pada hari itu untuk ikut verifikasi administrasi tapi saya sedang megnemban tugas sebagai anggota DPRDSU di luar kota,” ungkapnya.

Walau diminta penjadwalan ulang pada tanggal 14 Desember, namun tetap dinyatakan tidak lulus. “Aku khawatir ada target yang dikejar tim penjaringan. Aku prihatin dan kecewa. Tahapan pendaftaran belum berakhir, kenapa bisa aku dinyatakan gagal verifikasi administrasi? Sebagai anggota DPRD aku menjamin keberadaan statusku baik pendidikan dan jenjang berorganisasi di Golkar benar dan bukan abal-abal,” tambahnya.

Terkait isu adanya mahar dalam penjaringan cawagub, Hanafi mengaku tidak mengetahui hal tersebut. menurutnya uang mahar tidak dikenal dalam proses tahapan pilkada, apalagi diwajibkan kepada kader partai. Menurutnya justru partai berkewajiban mendukung kadernya yang maju pada pilkada.

“Saya khawatir keadaan ini sangat membahayakan nama besar Partai Golkar. Saya baru dengar isu tersebut. apakah itu tidak termasuk gratifikasi dan melanggar undang-undang?,”katanya.

Membantah

Sementara itu, Anggota Tim 10 Penjaringan Cawagubsu Partai Golkar, Yasir Ridho Lubis membantah tudingan yang menyebut pihaknya bekerja tidak profesional. Dia menegaskan bahwa jadwal penjaringan bakal calon (Balon) Wakil Gubernur Sumut sudah ditetapkan melalui rapat pleno DPD Partai Golkar Sumut.

“11-13 Desember 2017 jadwal pendaftaran dari internal. 14-16 Desember 2017 dari eksternal,”katanya.

Yasir Ridho mengatakan pihaknya sedari awal sudah mengatakan kepada 3 Balon Wakil Gubernur Sumut yang mendaftar ke tim 10 bahwa saat hari terakhir pendaftaran akan dilakukan verifikasi.”Sebelum penutupan kemarin, saya sempat telfon Hanafi dan Leo, kalau mereka harus hadir untuk proses verifikasi, nyatanya tidak hadir, jadi jangan salahkan tim yang mendiskualifikasi mereka,”paparnya.

Mantan Sekretaris DPD Golkar Sumut ini pun mengakui adanya permohonan pengunduran jadwal verifikasi dari Hanafiah Harahap. Namun, ia menegaskan hal itu tidak dapat dilakukan. Mengingat jadwal sudah disusun serta dipublikasi kepada publik melalui pemberitaan media massa.

“Kalau mau protes silahkan, bisa secara resmi, sampaikan apa keluhan kepada tim 10. Begini, sebenarnya Hanafiah lebih tahu kenapa dia sampai didiskualifikasi,”tegasnya.
Meski begitu, dia enggan menyebut alasan tersebut. Disinggung mengenai mahar Rp200 juta, dia tidak membantah. “Tanyakan saja langsung ke Hanafiah,”pungkasnya. ***