Rabu, 19 September 2018

DPRD Pertanyakan Lelang Jabatan Sekdaprovsu


#jack, medan

Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, HM Hanafiah Harahap mempertanyakan lelang jabatan  Sekretaris Daerah (Sekda). Terutama saat diakhir masa jabatan Gubernur HT Erry Nuradi. Hanafiah menilai lelang jabatan tersebut sebaiknya tidak dilaksanakan, sebab sudah sangat terlambat.

"Mendesak sekali rupanya lelang jabatan sekdaprovsu ini, sehingga harus dilakukan jelang dua bulan lagi berakhirnya masa jabatan Gubsu Tengku Erry Nuradi.  Kenapa diakhir jabatannya justeru baru ngotot, kenapa tidak jauh sebelumnya," tegas Hanafiah kepada wartawan di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, kemarin. 

Sebab, Hanafiah mengaku, jauh sebelumnya saat masa jabatan Sekdaprovsu masih dijabat Hasban Ritonga akan berakhir, pihak dewan sudah berulang kali menyuarakan dan menyarankan kepada gubernur agar segera memproses pengangkatan Sekdaprovsu Hasban Ritonga yang akan memasuki masa pensiun. "Namun kita lihat sekarang ini hampir setahun lebih, setelah Hasban Ritonga pensiun sebagai Sekda, jabatan Sekdaprovsu hingga kini masih berstatus Plt yang dijabat Ibnu Utomo," beber wakil rakyat asal pemilihan Kota Medan ini.

Untuk itu Hanafiah mengaku tidak bisa memahami mengapa Gubsu baru memproses jabatan sekdaprovsu definitif di saat beberapa bulan jabatan berakhir. "Kita kasihan aja nanti sama Sekdaprovsu definitif yang terpilih, sebab disaat baru bekerja dirinya sudah menghadapi pimpinan atau gubernur yang baru. Sehingga kita khawatir Sekdaprovsu yang hasil proses kepemimpinan gubernur Erry Nuradi, tidak sejalan atau sesuai dengan yang diharapkan gubernur baru berikutnya," katanya.

Untuk itu Hanafiah berharap Gubsu Tengku Erry bijaksana dalam menyikapi pergantian jabatan Sekdaprovsu. "Jika posisi Ibnu Hutomo juga akan pensiun sehingga harus meninggalkan jabatan Plt Sekdaprovsu yang diembannya, maka biarkan saja jabatan selanjutnya dijabat Plt. Kita serahkan saja nantinya jabatan sekda definitif dilaksanakan gubernur yang baru," sebut Hanafiah.

Sebelumnya Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mempersilahkan pejabat Eselon II melakukan pendaftaran untuk lelang jabatan calon Sekdaprov Sumut. Dia juga mengakui beberapa pejabat eselon 1 yang saat ini bertugas di beberapa kementerian dan lembaga tinggi negara di Jakarta kemungkinan ikut lelang jabatan terutama pejabat teras pusat asal Sumut.

Gubernur menegaskan dirinya tidak akan melakukan intervensi dalam proses lelang tersebut. “Saya lepas kunci dan akan senang jika semakin banyak yang ikut proses lelang,” katanya.

Erry menyampaikan semua pejabat teras yang telah memenuhi syarat, terutama yang golongan IV/ d dan telah memiliki jam terbang tinggi di eselon II, bisa ikut lelang. Dia sepenuhnya menyerahkan proses tersebt pada mekanisme lelang. “Mungkin menjelang akhir pendaftaran, tanggal 9 Maret, baru banyak yang mendaftar,” ujarnya. ***