Kamis, 18 January 2018

DPRDSU Akan Bahas Penyertaan Modal Rp78 M ke Bank Sumut


#jack, medan

Dewan Pewrwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, kembali akan membahas penyertaan modal ke PT Bank Sumut sebesar Rp 78 miliar yang sempat tertunda. Apalagi penyertaan modal tersebut sudah sangat mendesak guna menjaga bank pemerintah daerah Sumatera Utara itu tetap eksis.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Komisi C Hanafiah Harahap kepada wartawan, Kamis (11/1/2018), terkait program Komisi C pasca pergantian pimpinan/anggota alat-alat kelengkapan dewan minggu lalu.

Diakuinya, penyertaan modal ke Bank Sumut sempat tertunda ditahun 2017, karena tidak masuk dalam Program Legislatif Daerah (Prolegda) di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BPPD DPRD Sumut tahun 2017 dan sudah diagendakan masuk pada program BPPD tahun 2018. “Kita mendukung recana penambahan penyertaan modal sesuai laporan BPPD DPRD Sumut pada paripurna dewan akhir 2017,” ujarnya.

Menurutnya, penambahan penyertaan modal ini sangat perlu untuk ekspansi bisnis dalam meningkatkan kemampuan Bank Sumut memperluas usaha dan mendorong pertumbuhaan perekonomian daerah terutama umkm, serta meningkatkan PAD.

Selain itu, lanjut Politisi Partai Golkar ini, penambahan penyertaan modal juga merespon aturan regulator tentang kewajiban spin off unit usaha syariah (UUS) menjadi bank umum syariah (BUS) di tahun 2023. “Untuk spin off itu dibutuhkan modal sekitar Rp600 miliar. Modal sebanyak itu bisa dari internal Bank Sumut maupun penyertaan modal dari pemerintah daerah, yang juga dalam rangka ekspansi bank, terutama meningkatkan penyaluran kredit bagi UKM,” katanya.

Untuk mendukung modal tersebut, tambah anggota dewan dari Dapil Medan ini, bisa dengan penerbitan obligasi, tapi karena ini untuk kepentingan masyarakat Sumut, akan lebih baik digunakan modal dari pemerintah daerah melalui penyertaan modal. “Pemko Medan dan beberapa pemkab lainnya sudah sangat berkeinginan menambah penyertaan modalnya ke Bank Sumut, karena sejak 57 tahun lalu didirikan Bank Sumut telah berkontribusi besar bagi dan jadi bagian pembangunan Sumut,” tuturnya. ***