Rabu, 19 September 2018

Lanjutkan Pembahasan LKPJ Bupati :

DPRD Labura Sampaikan Pemandangan Umum


#yasmir, aekkanopan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu Utara, Rabu (11/04/2018), kembali melakukan rapat paripurna mendengarkan pemandangan umum fraksi-fraksi, terkait penyampaian nota Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati tahun anggaran 2017.

Rapat paripurna ini langsung dibuka dan dipimpin Ketua DPRD Labuhanbatu Utara, Drs Ali Tambunan, dihadiri Wakil Bupati Drs Dwi Prantara MM, wakil-wakil ketua bersama anggota dewan, Sekretaris Daerah Kabupaten, para Asisten, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, serta sejumlah wartawan di daerah ini.

Penyampaian pemandangan umum, dibagi kepada 3 (tiga) sesi. Sesi pertama, disampaikan lintas 4 (empat) fraksi, yaitu : Golkar, Hanura, PPP dan fraksi Persatuan Nasional. Pemandangan 4 fraksi ini disampaikan juru bicaranya Sugito. Sugito menyampaikan 13 poin pemandangan umum.

Pemandangan Umum sesi kedua, disampaikan 2 (dua) lintas fraksi, yaitu PDIP dan PKB. Sebagai jurubicara lintas 2 fraksi ini dipercayakan kepada Sunaryo, menyampaikan 9 (sembilan) poin. 

Terakhir, pemandangan umum fraksi gabungan Amanat Keadilan, yang disampaikan jurubicaranya H Lumba Munthe. Fraksi ini menyampaikan 7 (tujuh) pemandangan umum terkait LKPJ Bupati tahun 2017.

Salah satu pemandangan umum dari lintas 4 fraksi, disampaikan jurubicaranya Sugito. Fraksi ini memohon kepada Bupati Labuhanbatu Utara, agar menindak lanjuti permohonan masyarakat Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong. Permohonan itu prihal pelepasan akses jalan utama Desa Air Hitam menuju Desa Sukarame, didalamnya ada areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Sawita Leidong Jaya dan PT Grahadura Leidong Prima. 

Disebutkannya, DPRD Labuhanbatu Utara melalui Komisi A, sudah turun kelapangan. Hasil keputusan, kedua Zperusahaan perkebunan itu sepakat, memberikan lahannys kepada Pemerintah Kabupaten Labuhsnbatu Utara, untuk menjadikan akses jalan utama. Diharapkan Pemerintah Kabupaten ini dapat menindak lanjutinya.  ***