Senin, 18 December 2017

Paripurna Bahas RAPBD 2018 Minim Kehadiran Dewan

Anggota DPRDSU Ramai-ramai ke Luar Negeri


#jack, medan

Anggota DPRD Sumut ramai-ramai pergi ke luar negeri (Helsinki, Finlandia, China dan Jepang) dengan dalih study banding, sehingga rapat paripurna dewan dalam agenda mendengarkan nota jawaban Gubsu tentang pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi terhadap R-APBD Sumut TA 2018, Kamis (30/11/2017) sangat minim kehadiran anggota legislatif.

Rapat paripurna yang hanya dihadiri 30 dari 100 anggota dewan ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan dan dihadiri Plt Sekdaprovsu Ibnu Utomo, sehingga kursi-kursi yang biasanya diduduki para wakil rakyat tersebut terlihat kosong-melompong.

Hal itu juga diakui Ruben Tarigan, minimnya kehadiran anggota dewan mengikuti sidang paripurna pembahasan R-APBD Sumut TA 2018 ini, dikarenakan adanya sejumlah anggota legislatif melakukan study banding ke luar negeri. “Ya, ada juga teman-teman berangkat ke luar negeri, saya dengar informasi melakukan study banding,” ujar Ruben.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, study banding ke luar negeri memang dibenarkan undang-undang dan informasinya juga, izinnya sudah keluar dari Mendagri. “Tapi saya tidak akan pergi ke luar negeri, karena ilmu yang saya pelajari di dunia pendidikan pun belum seluruhnya disampaikan kepada masyarakat, untuk apa saya ke luar negeri, apalagi situasi keuangan daerah saat ini masih belum stabil, ” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Sumut H Erwin Lubis juga mengakui adanya rombongan DPRD Sumut dari lintas komisi melakukan kunjungan kerja ke luar negeri  (Helsinki, Fitlandia, China dan Jepang) atas undangan dari pemerintah daerah itu. "Untuk ke Helsinki, itu lintas komisi dan undangan dari pemerintah. Kalau ke Jepang ikut rombongan Gubernur," ujarnya.

Adapun nama-nama anggota dewan yang sudah berangkat ke Helsinki, masing-masing Arifay Tambunan (F-PAN), Ari Wibowo, Richard P Sidabutar  (FP Gerindra), HM Faisal dan Novitasari (FP Golkar), Jenni LR Berutu (FP Demokrat), Yantogu Damanik (F PDI Perjuangan).

Sedangkan yang berangkat ke Jepang, Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman, Khairul Anwar, H Zulfikar , Satrya Yudha Wibowo dan Hidayati (Fraksi PKS). Rombongan ke China direncanakan berangkat pada Jumat 1 Desember.

"Mereka kunker ke luar negeri  selama seminggu dan sudah ada izin dari Mendagri dan Mensesneg. Untuk biaya perjalanan kunjungan kerja  itu sendiri, sudah ditampung di APBD sebesar Rp35 juta/anggota dewan. Jadi tidak ada masalah, semuanya sudah sesuai prosedural,” ujar Erwin Lubis.

Erwin juga mengakui, setiap tahun anggaran Kunker  ke luar negeri ditampung di APBD Sumut, namun baru kali ini dilaksanakan, mengigat padatnya tugas-tugas anggota legislatif. “Kita tiap tahun menganggarkan dana Kunker ke luar negeri, tapi tetap menjadi SiLPA. Kalau di DPRD Medan sudah lama ke luar negeri, kita termasuk terlambat,” ujar Erwin.

Namun Erwin membantah akan ada lanjutan Kunker anggota dewan ke China yang sudah dijadualkan berangkat, Jumat 1 Desember 2017. “Tidak ada lagi keberangkatan ke luar negeri, karena minggu depan kita sudah melakukan Raker (rapat kerja),” katanya menyakinkan wartawan. ***

Minim:  Rapat paripurna DPRD Sumut dalam agenda mendengarkan nota jawaban Gubsu tentang pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi terhadap R-APBD Sumut TA 2018, Kamis (30/11/2017) sangat minim kehadiran anggota legislatif, karena anggota dewan sedang ramai-ramai ke luar negeri.*