Selasa, 24 April 2018

Telantarkan Pasien Melahirkan

DPRD Sesalkan Pelayanan RS Pirngadi


#jack, medan

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Dewan menyesalkan kinerja pihak RS Pirngadi Medan yang diduga menelantarkan pasien akan melahirkan sebelum akhirnya bayi dalam kandungan meninggal dunia.

"Ini sangat kita sesalkan jika memang benar ada pasien yang sengaja ditelantarkan pihak rumah sakit itu," kata Ketua F-PKS DPRD Medan Jumadi kepada wartawan, Kamis (15/03/2018).

Sebagaimana dilaporkan, seorang pasien merasa tidak mendapat pelayanan yang baik dari pihak rumah sakit disaat kondisinya kritis karena akan melahirkan. Bahkan pasien itu sempat ditelantarkan selama tiga jam sebelum akhirnya pihak keluarganya membawanya ke Rumah Sakit Haji Medan.

Menurut Jumadi, seharusnya tim medis rumah sakit milik Pemko Medan itu lekas mengambil tindakan cepat karena sudah menyangkut nyawa manusia. Jumadi juga mengaku prihatin setelah mendapat kabar bahwa bayi yang masih berada di dalam kandungan pasien bernama Uli Yusdini (34) meninggal dunia dalam sebelum mendapat perawatan intensif di rumah sakit itu.

Sementara anggota Fraksi PDIP Wong Chun Sen Tarigan mengatakan berdasarkan Undang Undang Kesehatan Nomor 36 tahun 2009 pada pasal 32, ayat (1) dan (2) disebutkan bahwa dalam keadaan darurat fasilitas kesehatan pemerintah/swasta wajib memberikan pelayanan kesehatan demi penyelamatan nyawa pasien dan mencegah kecacatan terlebih dahulu serta dilarang menolak pasien.

“Kalau memang benar pihak RS Pirngadi menelantarkan pasien yang kondisinya butuh pertolongan cepat (kritis), itu jelas menyalahi UU Kesehatan. Bahkan pihak keluarga pasien bisa menuntutnya secara pidana," kata Wong.

Wong juga meminta Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengevaluasi kinerja dirut RS Pirngadi Medan jika memang benar pihak rumah sakit itu menelantarkan pasien yang akan melahirkan selama tiga jam.

"Kita minta dirutnya dievaluasi. Apalagi dampak penelantaran pasien ini mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan. Ini fatal," katanya.

Sebelumnya, PMH Sidauruk, orangtua dari Uli Yusdini (34) mengaku kesal terhadap pelayanan RS Pirngadi Medan karena menelantarkan anaknya yang butuh pertolongan karena akan melahirkan anak pertama.

Sebelum ke RS Pirngadi Medan, kata Sidauruk, anaknya sempat dirawat di RS Advent Jalan Gatot Subroto Medan selama satu hari dengan memakai fasilitas BPJS Kesehatan.

Karena rumah sakit itu tidak memiliki fasilitas persalinan, pasien Uli dibawa keluarganya ke RS Pirngadi Medan. Setiba di RS Pirngadi, pasien ini dibiarkan menunggu di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 3 jam.

“Tiga jam kami dibiarkan di ruangan IGD. Padahal kondisi putri saya sudah kepayahan karena akan melahirkan," kata Sidauruk. ***