Rabu, 19 December 2018

Komunikasi Efektif Orang Tua dengan Remaja Harus Terbina


#sabar-binjai.

Keluarga melalui pola asuh orang tua berpengaruh sangat penting dalam pembentukan karakter remaja. Proses pola asuh orang tua meliputi kedekatan orang tua dengan remaja, pengawasan, komunikasi. Melalui komunikasi orang tua hendaknya menjadi sumber informasi, pendidik, serta tentang perencanaan kehidupan remaja di masa akan datang.

"Dalam kehidupan berkeluarga orang tua dan anak harus mengetahui perannya masing-masing, seperti harus memiliki rasa kasih sayang, memberikan waktu untuk berkumpul bersama, serta sikap saling menghormati, sehingga dengan sendirinya komunikasi dua arah antara orang tua dan remaja akan tercipta,"  ungkap Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani M Idaham, saat menjadi narasumber pada kegiatan pembinaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), bertempat di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB),  Jalan Cut Nyak Dien, Rabu (7/3/2018)

Lebih lanjut Lisa menuturkan kebiasaan buruk komunikasi orang tua dengan remaja disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya, orang tua lebih banyak berbicara dari pada mendengar, merasa tahu lebih banyak, cenderung memberi arahan dan nasehat, tidak berusaha mendengar terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi, tidak memberikan kesempatan kepada remaja untuk mengemukakan pendapat, dah tidak mencoba menerima kenyataan yang dialami remaja. 

"Untuk memahami perasaan remaja, orang tua harus menerima terlebih dahulu perasaan dan ungkapan remaja, terutama ketika ia sedang mengalami masalah. Ini sangat penting agar mereka merasa nyaman dan mau melanjutkan pembicaraan dengan lawan bicara," jelas Lisa.

Kedekatan antara orang tua dan anak harus terbentuk, bertujuan agar orang tua tetap bisa memantau perilaku dan kebiasaan anak ketika mereka berada di luar rumah. Orang tua harus dapat menjadi pendengar aktif bagi anaknya, agar para anak merasa didengar, dipahami dan didukung. 

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Binjai, Drg Lilik Rosdewati, mengemukakan bahwa di tahun 2018 kegiatan pembinaan PIK-R sengaja mengundang orang tua dan remaja duduk bersama agar mereka dapat mengetahui pentingnya komunikasi efektif antara orang tua dan remaja.

"Kita berharap kegiatan PIK-R ini dapat terus berlanjut dan diterapkan dalam kehidupan nyata, sehingga generasi muda kita dapat terhindar dari pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkoba, sehingga para remaja mampu optimal mempergunakan masa produktifnya dengan baik," harap Lilik. ***

Photo: Di Dinas pengandalian penduduk keluarga Berencana (KB) di Binjai Utara.