Senin, 17 December 2018

Sergai Tunda Pelaksanaan Imunisasi MR


#ali amran, sei rampah
Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda) beserta unsur ulama dan masyarakat sepakat menunda pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR).

“Penundaan itu terkait dengan polemik yang berkembang seputar kandungan dalam vaksin MR sebagai bagian dari program Imunisasi MR Fase 2 di bulan Agustus-September 2018 di 28 provinsi luar Pulau Jawa, termasuk Kabupaten Serdangbedagai,” papar Bupati dalam pertemuan membahas pelaksanaan imunisasi MR di Ruang Audensi Bupati kawasan Sei Rampah, beberapa waktu lalu.

Pihaknya menunda pelaksanaan imunisasi MR hingga ada keputusan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. “Forum ini dilaksanakan agar kita semua bertanggung jawab sebagai bentuk melindungi segenap rakyat dan tumpah darah Indonesia, dan menunjukkan bahwa kita semua kerja untuk masyarakat,” sebutnya lantas menambahkan, kegiatan itu sebagai tindak lanjut pertemuan Bupati didampingi stafh ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dinas Kesehatan Provsu, perwakilan World Health Organization (WHO) Regional Sumut sehari sebelumnya.

Sebelumnya, perwakilan MUI Sergai, Ustad Injan Ibrahim menilai, Surat Edaran Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Nomor : HK.02.01/MENKES/444/2018 tentang Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR Fase 2 tidak memiliki ketegasan, terutama pada poin 4 dan 5. Pada poin 4 dituliskan, pelaksanaan Imunisasi MR bagi masyarakat yang mempertimbangkan aspek kehalalan dan/atau kebolehan vaksin secara syar’i, diundur sampai MUI mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan Imunisasi MR. Begitu juga pada poin 5, dijelaskan, memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memilih menunggu terbitnya fatwa MUI tentang imunisasi MR agar dapat memperoleh imunisasi MR pada kesempatan berikutnya sampai akhir September 2018.

“Dengan mempertimbangkan aspek agar tidak terjadi gejolak di masyarakat, MUI menyarankan untuk menunda pelaksanaan imunisasi MR di Kabupaten Sergai sampai keluarnya keputusan resmi dari MUI Pusat,” tegasnya.

Hal senada disampaikan kepala Kantor Kemenag Sergai, DR H Syafii MA. Pada prinsipnya, Kemenag mendukung kegiatan imunisasi Campak-Rubella dan telah disampaikan ke sekolah di lingkungan Kementerian Agama. Menurutnya, imunisasi sangat diharapkan. Namun karena polemik akan zat yang terkandung dalam vaksin tersebut, maka pelaksanaannya menunggu fatwa MUI pusat. “Ini untuk menjaga kekondusifan suasana di lingkungan masyarakat,” sebutnya.***

Teks Foto: Pertemuan Forkopimda Sergai di Ruang Audensi Bupati Sergai kawasan Sei Rampah, beberapa waktu lalu. Foto: Ali Amran