Sabtu, 21 July 2018

UNHCR Tidak Biayai Lagi Para Pencari Suaka di Indonesia


#hendrik-rompas

Sejak 15 Maret 2018 seluruh pencari suaka yang datang keseluruh Indonesia tidak ada lagi menerima biaya hidup, terkecuali yang sudah lama di Indonesia ini.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Detensi Imigrasi Medan di Jalan Selebes Gang Pekong Kelurahan Belawan ll Kecamatan Medan Belawan,Victor Manurung kepda Wartawan saat menerima kedatangan 8 orang Afganistan pada Rabu (11/04/2018) petang dikantornya.

Namun secara kemanusian atau HAM,kami menampung kedelapan orang tersebut untuk sementara waktu yang belum tau sampai kapan. Tak mungkin kedelapan orang yang salah satunya balita kami usir dan harus berkeliaran dipinggir pinggir Jalan.

Kedelapan orang warga Afganistan tersebut datang dari Jakarta dan telah memiliki kartu dari UNHCR dari Jakarta,datang ke Jakarta sudah sepekan yang lalu.Kemudian mereka menumpang Bus tujuan ke Medan dan setibanya di Medan kemudian merereka menumpang Bus ke Belawan.

Setiba di Belawan mereka bingung mencari kantor Polisi maka oleh warga mereka diantarkan kekantor Polsek di Jalan Serma Hanafiah Belawan.Setelah didata oleh petugas Polsek kemudian kedelapan orang yang diantaranya anak balita ini diantarkan petugas kekantor Rumah Tahanan Rudenim Medan di Belawan.

Kedelapan orang warga Afganistan sebagai pengungsi tersebut yang masih satu keluarga ini masing masing, Zahra Husaini (66),Khadim Husaini (34),Muhammad Hadi Amini( 17),Soleha Amini (24),Zahra Sultani( 21),Zia Ghul Husaini (26) dan Ali Agha Husaini (28) kini ditampung di Rumah Detensi Imigrasi Medan di Belawan. ***

Foto para pengungsi asal Afganistan.