Rabu, 19 September 2018

Ketua Gemala Berempati dan Bersimpati kepada Hj Nah Yen :

53 Tahun Mengabdikan Diri di Dunia Pendidikan


#yasmir, rantauprapat

Ketua Gerakan Masyarakat Labuhanbatu (Gemala), Amin Wahyudi Harahap, menyatakan berempati dan bersimpati kepada Hj Nah Yen (foto kiri), yang telah mengabdikan diri sebagai pendidik selama 53 tahun di Madrsah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al Washliyah, Desa Teluk Sentosa, Kecamatan Panai Hulu.

"Saya sebagai generasi muda berempati dan bersimpati kepada Bunda Nah Yen, yang telah mengabdikan dirinya selama 53 tahun, sebagai pendidik disebuah desa pesisir pantai Labuhanbatu", ucap Amin Wahyudi Harahap saat berkunjung ke MDTA Al Washliyah Desa Teluk Sentosa, Kecamatan Panai Hulu, Rabu (10/1/2018) sore.

Katanya, saya sebelumnya tidak mengenal Bunda Nah Yen. Saya mengikuti perjalanan karir Bunda Nahyen,  melalui postingan kawan-kawan di media sosial. Setelah membaca beberapa postingan itu, saya benar-benar berempati dan bersimpati.

Ternyata lanjutnya, diusia dirinya kini sudah 76 tahun, masih ada seorang ibu yang terus aktif mengabdikan dirinya, di dunia pendidikan. Turut mencerdaskan anak bangsa. Tempat pengabdiannya pun bukan dikeramaian ibukota. Tetapi disebuah desa yang berada di pesisir pantai Labuhanbatu.

Sementara Bunda Nah Yen, kepada sejumlah wartawan yang mengikuti kunjungan Amin Wahyudi Harahap ke MDTA Desa Teluk Sentosa mengaku, kalau dirinya  lahir pada tanggal 31 Desember 1942. "Saya sudah mengajar disekolah ini (MDTA Al Washliyah Dess Teluk Sentosa) selama 53 tahun. Saya bersama suami dan masyarakat ikut mendirikan sekolah ini", tutur Bunda Nah Yen.

Disebutkannya, dia mengajar di sekolah tersebut, mulai dari tidak mendapat gaji, hingga berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerisn Agama dan pensiun tahun 2002 lalu. Kemudian berlanjut hingga saat ini, dengan status tenaga honor dari uang sekolah siswa yang dikutip hanya sebesar Rp. 15.000 / orang.

Nah Yen mengatakan, semuanya ini dilakukannya hanya mengharapkan ridho Allah Subhanahu wa taala. Bidang studi yang diajarkannya Ilmu Nahu Sharaf, salah satu cabang ilmu dalam mempelajari Bahasa Arab. Dia mengaku, hanya tamatan Pendidikan Guru Agama (PGA) empat tahun (setingkat SMP / MTs), di Labuhanbilik, Kecamatan Panai Tengah. ***