Rabu, 19 December 2018

Masyarakat Deli Serdang Mengeluhkan Banyak Desa Belum Diaspalt

Wagirin Segera Akan Panggil Bupati dan Gubernur


#jack, medan

Kalangan masyarakat mengeluhkan masih adanya sejumlah desa di Kabupaten Deliserdang belum tersentuh pembangunan atau aspal jalan. Sehingga membuat membuat desa tersebut terkesan terisolir dan merasa 'dianak tirikan' oleh pemerintah.

"Lokasinya ada di Pasar 2 Desa Klumpang Kebon Kecamatan Hamparan Perak, hingga kini samasekali belum pernah terjamah pembangunan aspal. Untuk itu kita sangat berharap kepada anggota dewan kebanggaan kita, bapak Wagirin Arman agar memperjuangkan impian masyarakat desa tersebut," kata seorang tokoh masyarakat Deliserdang, Selamet Riyanto, SPd dihadapan Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman saat menggelar pertemuan reses tahun sidang ke 4 di Lapangan Pasar I Umum Palapa, Dusun XVIII Desa Klambir V Kebon Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Jumat malam (9/3/2018)

Reses dihadiri sekitar 300 warga tersebut juga dihadiri dua Anggota DPRD Deliserdang dari Fraksi Partai Golkar yakni, H Jasa Wardani Ginting dan Siswoyo Adi Suwito, Sekcam Hamparan Perak, Kepala Desa dan Kepala Dusun se Kecamatan Hamparan Perak, tokoh masyarakat, agama dan pemuda serta ratusan kader Golkar dan ormas MKGR se Kabupaten Deliserdang.

Selamet Riyanto dalam penyampaian aspirasinya juga berharap kepada Pemkab Deliserdang dan Pemprovsu agar menambah jumlah sekolah negeri tingkat SLTP dan SLTA. "Begitu juga haeapan para guru di kabupaten Deliserdang khususnya guru SD berharap kepada pemerintah agar menyalurkan buku-buku pelajaran ke sekolah-sekolah," katanya.

Selain itu, lanjut Selamet, warga juga minta pemerintah agar menyediakan lahan pekuburan muslim di kawasan Hamparan Perak. Sebab lahan pekuburan yang dimiliki saat ini sudah cukup melebihi kapasitas sehinga warga kesulitan mencari lokasi jika ada warga meninggal dunia.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat agama, Syukur membeberkan penyaluran beras miskin dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau BPJS gratis di kawasan Hamparan Perak masih belum merata diperoleh warga yang benar-benar membutuhkan. Syukur juga melaporkan masih terjadinya banjir melanda kawasan Hamparan Perak akibat belum dibongkarnya bendungan atau benteng dibangun PTPN II.

Menanggapi keluhan warga tersebut Ketua DPRD Sumut yang juga outera daerah Klambir V, Wagirin Arman mengaku kaget mendengar informasi warga soal masih adanya dewa di Deliserdang yang belum tersentuh pembangunan aspal jalan. "Untuk itu dalam waktu dekat saya akan segera memanggil Bupati dan Gubernur Sumatera Utara langsung ke kantor saya. Saya akan pertanyakan mengapa hal ini dibiarkan terjadi, sebab masih di wilayah dekat dengan administrasi pemerintahan saja luput dari perhatian belum lagi di lokasi sulit terjangkau," kata Wagirin wakil rakyat asal pemilihan Sumut III Kabupaten Deliserdang ini.

Begitu juga soal usulan penambahan gedung sekolah negeri SLTP maupun SLTA, Wagirin mengakui bahwa jumlah siswa di kabupaten khususnya kawasan Hamparan Perak terus terjadi peningkatan mengakibatkan banyak siswa tidak tertampung di sekolah negeri. "Meskipun ada sejumlah sekolah swasta, namun warga lebih berkenan masuk negeri karena kemungkinan soal biayanya yang lebih murah dan diakui," sebutnya.

Wagirin juga menegaskan dirinya akan segera menyampaikan keluhan warga soal masih terjadinya banjir akibat bendungan dibangun PTPN II langsung ke direktur umumnya. "Kita sepakat jika bendungan dibangun PTPN II tersebut tidak ada gunanya lagi maka sebaiknya Dirut PTPN II harus segera membongkarnya, karena sudah banyak menyusahkan warga sekitar," tegasnya.

Lebihlanjut dalam sambutannya Wagirin mengajak kalangan masyarakat Deliserdang agar melaporkan langsung ke dirinya jika ada mengetahui dan melihat langsung terjadinya transaksi peredaran dan pemakaian narkoba. "Bagi siapa saja masyarakat yang menginformasikan adanya pengecer di Tanjung Gusta,  Hamparan Perak, Klambir Lima dan Sunggal langsung bisikkan ke saya dan akan langsung saya kasih uang 500 ribu rupiah, biar selanjutnya kita proses ke BNN dan polisi. Begitu laporan tersebut benar dan pelakunya ditangkap, maka akan kita kasih lagi 500 ribu rupiah," katanya. 

Lebihlanjut dalam pelaksanaan resesnya bertapatan dengan peringatan hari kelahiran atau ulang tahunnya, Wagirin secara pribadi juga menyerahkan sembako beras kepada seratusan kaum dhuafa dan anak yatim di kawasan Hamparan Perak. Selain itu, Wagirin juga menyerahkan bantuan bola kaki dan volly kepada warga. ***