Kamis, 22 November 2018

Tokoh Masyarakat Berikan Apresiasi :

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Terbitkan Buku Legenda


#yasmir, rantauprapat

Salah seorang tokoh masyarakat, H Syarifuddin Tanjung, memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Labuhanbatu, yang telah menerbitkan buku "Legenda Pulau Sikantan" di pertengahan tahun 2018 ini.

Sebagai warga masyarakat Labuhanbatu, ucap Bang Ucok panggilan akrab H Syarifuddin Tanjung, kepada inimedangbung.com, Selasa (10/07/2018) siang, kita telah lama menunggu hadirnya buku-buku legenda dengan latar belakang cerita, dari daerah ini. Padahal katanya, cerita-cerita rakyat bernuansa daerah ini, cukup banyak. Namun selama ini hanya diceritakan dari mulut ke mulut saja. 

Yang ironisnya, anak-anak Labuhanbatu, nyaris tidak kenal dengan legenda yang berkembang di tanah leluhurnya. Disekolah, yang dikenalkan sebahagian besar, merupakan cerita rakyat dari tanah Jawa. Seperti legenda Tangkuban Perahu, Nyi Blorong, Nyi Loro Kidul  dan lainsebagainya.

"Sehingga sebagai warga masyarakat Labuhanbatu, wajar kita memberikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, yang menerbitkan buku Legenda Pulau Sikantan", tegasnya.

Disebutkannya, cerita rakyat adalah legenda disuatu daerah, yang berkembang di Indonesia. Dipelihara oleh masyarakat setempat dan kadang dipercaya kebenarannya. Juga dianggap sebagai mithos dan dongeng di suatu daerah.

Banyak cerita-cerita rakyat ditiap daerah, menceritakan asal usul dan nama tempat, danah, gunung atau situs dan benda bersejarah. Keberadaan cerita rakyat pada masing-masing daerah, tentunya ikut memperkaya khasanah budaya tradisional Indonesia.

Demikian pula halnya dengan cerita rakyat atau legenda Pulau Sikantan, yang ada di daerah Kabupaten Labuhanbatu, Propinsi Sumatera Utara. Konon ucap H Syarifuddin Tanjung, Pulau Sikantan, yang kini berada ditengah Sungai Barumun di Kecamatan Panaitengah tersebut, menurut legenda dahulunya tidak ada. Namun ratusan tahun yang lalu, telah terjadi peridtiwa sangat luar biasa. Sehingga pulau ini muncul ditengah-tengai Sungai Barumun.

Cerita ini telah lama dikenal masyarakat. Diceritakan dari mulut ke mulut. Ceria rakyat ini mengisahkan tentang seorang pemuda, bernama si Kantan, yang menjelma menjadi sebuah pulau. Cerita rakyat ini, mengandung pesan-pesan moral.

Dilain pihak, Kepala Dinad Perpustakaan da Kearsipan Labuhanbatu, Ir Leo Sunarta Marpaing MMA mengatakan, hadirnya buku Legenda Pulau Sikantan, yang ditulis Raja Muhammad Azwin ini, mencoba merekonstruksi kembali cerita rakyat khas daerah Labuhanbatu. Selama ini banyak diceritakan melalui lisan atau bertutur.

Sementara Bupati Labuhanbatu H Pangonal Harahap SE MSi berucap, sebagai pemerintah, pendidik, masyarakat dan orang tua, tugas kita membantu anak-anak menumbuh kembangkan minat bacanya. Sekaligus menggali / mengelola informasi secara baik dan cerdas. 

Dan tentunya, ucap Bupati, dengan membaca buku Legenda Pulau Sikantan ini, generasi kita fapat memaha!i dan menghargai kisah-kisah leluhurnya. Semoga dengan hadirnya buku Legenfa Pulau Sikantan, bisa menjadi motovasi kepada penulis-penulis yang ada di Kabupaten Labuhanbatu, untuk terus berkarya dibidang penulisan buku. Untuk memperkaya koleksi bacaan masyarakat Labuhanbatu, sebagai upaya meningkatkan kegiatan Literadi di tanah "Ika Bina En Pabolo" ini. ***