Kamis, 20 September 2018

Wali Kota Harap PMKRI Jadi Agen & Produsen Perubahan


#rafra, medan

Wali Kota Medan Drs.H.T Dzulmi Eldin S MSi berharap agar kader Perhimpunan  Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dapat menjadi agen perubahan, bahkan kalau bisa menjadi produsen perubahan yang kreatif dan inovatif. Dengan demikian keberadaan PMKRI akan makin mendapatkan tempat di hati seluruh masyarakat.

Harapan ini disampaikan ketika menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rekernas) ke IX dan  Seminar Nasional Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Chatolic Center Jalan Mataram Medan, Selasa (10/7/2018).

Selain itu Wali Kota juga ingin PMKRI mampu menjadi organisasi  yang menjamin tumbuh kembangnya  para anggotanya, sehingga regenerasi dalam tubuh PMKRI akan senantiasa terjaga demi menjaga dan mmengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Semoga anggota PMKRI akan mampu menjadi manusia intelektual yang tinggi iman,tinggi ilmu dan tinggi pengabdiannya,” kata Wali kota.

Dalam Rakernas yang dibuka langsung Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Idrus Marham, Wali Kota selanjutnya mengatakan, event ini dapat dijadikan momen kesempatan untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri bagi seluruh Kader PMKRI dalam mencapai visi dan misi PMKRI dalam bentuk berbagai program dan aktifitas yang berdampak luas bagi masyarakat.

"PMKRI harus mampu menjadi oase yang memberikan kesejukan di tengah situasi panas menjelang Pilpres 2019, dengan menghindari isu - isu sektarian demi pihak - pihak tertentu.  Bertindaklah bijaksana jika ada pihak yang memanfaatkan PMKRI dengan menggunakan isu sektarian demi keuntungan semata,” pesannya.

Sementara itu Mensos RI Idrus Marham, selain membuka Rakernas, juga menyampaikan kualiah umumnya dihadapan peserta Mukernas.Politisi Partai Golkar itu mengajak seluruh kader PMKI untuk menjadi pemuda yang cerdas dengan kaya akan ide, gagasan dan konsep. “Jika kaya akan ketiga hal ini, maka kita  akan memiliki percaya diri yang tinggi. Dengan modal kepercayaan diri tersebut akan menjadi modal bagi kita untuk maju,” ungkap Mensos.

Rakernas dan Seminar Nasional PMKRI berjalan dengan  lancar, sekitar 250 mahasiswa Katolik dari 33 Provinsi di Indonesia turut hadir sekaligus menjadi peserta. Mereka selanjutnya akan bermusyawarah sekaligus merumuskan program-program apa saja yang akan dikerjakan untuk memberikan sumbangsih kepada negara. ***