Rabu, 15 August 2018

Waspadai Penyakit Kaki Gajah!


#ali amran, sei rampah
Bupati Sergai, Ir H Soekirman mengingatkan seluruh masyarakat untuk mewaspadai penyakit kaki gajah (Filariasis).

“Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan cacing microfilaria yang merusak sistem limpatik, sehingga menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, payudara dan skortum,” paparnya pada pertemuan Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pemberian Obat Pencegahan Massal (POMP) Filariasis di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati kawasan Sei Rampah, beberapa waktu lalu.

Ia mengemukakan, terdapat dua strategi yang harus ditempuh, yaitu pertama memutuskan rantai penularan dengan POPM Filariasis kepada seluruh penduduk di daerah endemis menggunakan obat Diethilcarbamazin Citrate (DEC) 6mg/kb bb Albendazol 400 mg sekali setahun selama minimal lima tahun. Kemudian yang kedua, perawatan kasus klinis penyakit kaki gajah, baik kasus klinis akut maupun kronis,” sebutnya.

Bupati Soekirman menyatakan, terdapat 31 urusan wajib pemerintah, yang pertama pendidikan, menyusul urusan kesehatan. Pendidikan, lanjutnya, lebih utama karena jika orang yang berpendidikan dan mengerti tentang kebersihan, tentu peluang untuk orang tersebut terjaga kesehatannya akan semakin besar.

“Berkaca dari polemik vaksin MR (Measles Rubella, red), hal ini dirasa karena kurangnya tingkat pendidikan, sebab manfaat dari vaksin itu sangat penting bagi diri pribadi guna menangkal terjangkit penyakit berbahaya, terlebih Kemenkes telah merekomendasikan pemberian obat pencegahan massal,” urainya.

Terkait dengan pendidikan, Bupati menjelaskan bahwa rata-rata di Sergai ini telah meningkat pada usia SMP. Kendati demikian, tetap dirasa penting agar tenaga kesehatan untuk terus bekerja ekstra keras menyampaikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya obat tersebut. Dengan koordinasi yang dilaksanakan dalam rangka pembahasan perkembangan pencegahan penularan penyakit kaki gajah bersama Kemenkes, Dinkes Provsu, Dinkes Sergai dan pihak terkait, Bupati Soekirman berharap target eliminasi penyakit Kaki Gajah di Kabupaten Sergai bisa tercapai.

Sebelumnya, Kadis Kesehatan Sergai, dr Bulan Simanungkalit MKes MM, melaporkan pada tahun ketiga atau tahun terakhir pengobatan Filariasis, penyakit ini diharapkan tidak menjangkiti masyarakat. Hasil survey yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sergai bekerjasama dengan Kemenkes tahun 2005, menemukan penderita Filariasis di lima kecamatan, yaitu Tebingtinggi (5 kasus), Teluk Mengkudu (5 kasus), Pantai Cermin (1 kasus), Sei Rampah (1 kasus) dan tahun 2011 di Kecamatan Bintang Bayu (1 kasus).

“Pada tahun 2018, Sergai melaksanakan pengobatan secara massal tahun yang kelima dengan rata-rata 80 persen setiap tahunnya. Kita berharap cakupan itu dapat ditingkatkan lagi,” ujarnya lantas menambahkan, pelaksanaan pemberian obat akan dilaksanakan pada Oktober 2018.***

Teks Foto: Bupati Sergai Ir H Soekirman didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) foto bersama usai acara Pertemuan Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) dalam rangka Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis di Aula Sultan Serdang, beberapa waktu lalu. Foto: Ali Amran