Satgas Covid-19 Asahan Bahas Perpanjangan PPKM Mikro

#jaka, asahan

Satuan Tugas Percepatan Pengananan Covid-19 Kabupaten Asahan bersama pihak terkait menggelar rapat tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro, Rabu (21/7/2021) di Sekretariat Satgas Covid-19 Jalan A. Yani Kisaran.

Rapat tersebut dipimpin Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan H. Surya, B. Sc. dihadiri Wakil Bupati Asahan, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Kapolres Asahan, Dandim 0208/Asahan (diwakili), Danlanal Tanjungbalai Asahan (diwakili), Kajari Asahan (diwakili), Kepala BPBD, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Administrasi Umum, OPD, Camat se-Kabupaten Asahan.

Surya mengatakan, tujuan dari rapat tersebut mendiskusikan tentang tindak lanjut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro dalam rangka pengendalian, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Asahan.

Surya menyampaikan, Kabupaten Asahan saat ini berada pada PPKM level 2 dengan status zona kuning, sehingga dianggap perlu menyikapi tindak lanjut PPKM demi mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Asahan.

Selama ini, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan sangat serius dalam menangani penyebaran Covid-19. Berbagai seruan, imbauan bahkan larangan telah diundangkan kepada masyarakat guna memitigasi perkembangan Covid-19 di Asahan.

Selain itu, kegiatan Vaksinasi, imbauan penerapan prokes dan pelaksanaan patroli serta operasi Yustisi bekerjasama dengan TNI – Polri dilaksanakan dan berhasil menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Asahan.

Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, S.I.K., M.H. mengatakan, dalam upaya memerangi Covid-19, Polres Asahan dibantu dengan instansi terkait juga melakukan penggerakan Posko PPKM di setiap Polsek dibantu TNI guna membantu pemerintah dalam penanggulangan Covid-19.

Penerapkan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) untuk membantu menganalisa naik turunnya angka Covid-19 di Kabupaten Asahan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan/desa. “Setelah mendapat informasi, bahwa ada masyarakat yang terkonfirmasi kami akan terus bertindak, sehingga penyebaran Covid-19 di Kabupaten Asahan dapat kita putus penyebarannya,” ujar Putu.

Kapolres menyampaikan,  dari hasil analisa selama 2 minggu menemukan jumlah klaster terbanyak pada klaster hajatan atau pesta. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya masyarakat berkoordinasi dengan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Desa/Kelurahan dan Kecamatan.

Untuk selanjutnya, Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan membuat kesepakatan bersama untuk tata cara penyelenggaraan pesta, sehingga klaster pesta ini dapat berkurang. Dan jika ada masyarakat yang tidak mematuhi, maka akan diberikan sanksi sesuai aturan yang ada.

Beliau juga meminta kepada Bupati Asahan agar memperbanyak alat antigen di setiap puskesmas.

Terkait hal itu, Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asahan akan segera membuat draf aturan dan pelarangan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Asahan. ***

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts