DPRDSU: UKS, Puskesmas dan Satgas Harus Diaktifkan Selama PTM

#jack, medan

Kitakini.news – Satuan unit pendidikan dalam hal ini seluruh sekolah yang akan menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) pada 1 September 2021 diingatkan agar kembali menghidupkan unit kesehatan sekolah (UKS) dan bekerjasama dengan Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekar, dalam hal ini Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

“Mungkin selama ini UKS disatuan pendidikan tidak aktif atau hanya formalitas saja, untuk kali ini harus diaktifkan dan bila perlu bekerjasama dengan Puskesmas terdekat. Hal ini untuk menjaga atau langkah cepat jika ditemukan satu potensi kasus,” Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut) Dimas Triadji S.Ikom, kepada wartawan diruang kerjanya gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (31/8/2021), ketika menanggapi kebijakan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang mengizinkan PTM pada 1 September 2021 bagi 30 kabupaten/kota yang daerahnya terkena Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 dan 3 serta daerah yang masuk zona aman Covid 19.

Dimas menuturkan, PTM disatuan unit pendidikan ini memang sudah sangat dirindukan masyarkat, siswa, guru dan seluruh stackholder pendidikan. Maka sebelum benar-benar dilaksanakan, Pemprovsu dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut beserta seluruh jajaran harus mempersiapkan Satgas dimasing-masing satuan pendidikan. “Yang misalnya diketuai oleh kepala sekolah atau wakil kepala sekolah. Kemudian menempatkan personel TNI/Polri yang tujuannya mengawasi, melaporkan dan mengantisipasi serta menindaklanjuti jika seseorang di sekolah tersebut terpapar Covid,” tandas Politisi muda Partai NasDem ini.

Terakhir Dimas merasa optimis dibukanya PTM ini oleh Gubsu. pasalnya selama dua tahun pengamatan yang dilakukan, PTM adalah benteng masyarakat untuk kategori usia peserta didik bisa terhindar dari Covid 19. “Karena dengan PTM ini, siswa, guru dan yang terlibat dalam satuan pendidikan akan lebih perduli dengan protokol kesehatan dengan seluruh aktifitas yang akan dilakukan mereka nantinya. Berbeda dengan belajar Daring atau dengan sistim pendidikan jarak jauh, karena tidak terkontrol,” pungkasnya. ***

 

Print Friendly, PDF & Email

Related Posts